Bagasi Gratis Dicabut, Maskapai Ingin Cari Pendapatan Ekstra

Isna Rifka Sri Rahayu
Ketua Umum INACA sekaligus Direktur Utama Garuda Indonesia Group Ari Askhara (kedua dari kanan) saat berdiskusi soal harga tiket pesawat bersama Direktur Utama Citilink Juliandra Nurtjahjo (kiri) Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi (kedua dari kir

Dengan begitu, kata Ari, tambahan pendapatan bisa diperoleh dari bisnis kargo. Apalagi, kebijakan bagasi berbayar cukup signifikan. Dia mencontohkan, tarif bagasi yang dikenakan Lion Air untuk 30 kg bisa mencapai Rp930.000 sementara harga tiket pesawat ada yang hanya Rp600.000.

Di tempat yang sama, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi tidak setuju dengan tarif bagasi yang terlalu tinggi hingga melebihi tarif tiket pesawat. Apalagi jika sampai mendekati tarif minimal maskapai medium.

"Jadi harus tetap ada batasannya maksimal berapa, Kemenhub (Kementerian Perhubungan) harus mengatur itu sampai ke detailnya. Selain harga tiket juga menyundul kategori tarif untuk maskapai yang medium services," ujar dia.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rupiah Anjlok, Maskapai Penerbangan Masuk Survival Mode hingga Pangkas Rute Tak Efisien

57 tahun lalu

Kemenhub bakal Evaluasi Penyesuaian Tarif Tiket Pesawat Imbas Kenaikan Harga Avtur

57 tahun lalu

INACA Desak Revisi Tarif Batas Atas Tiket Pesawat imbas Kenaikan Avtur-Pelemahan Rupiah

57 tahun lalu

Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Tekan Harga Tiket

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal