Anindya Bakrie Jadi Ketua Umum Kadin yang Baru, Ini Harapan Asosiasi Tekstil

Tangguh Yudha
APSyFI berharap dengan pemimpin Kadin Indonesia terbaru dapat menyikapi dan memperbaiki dunia usaha, khususnya sektor manufaktur. (Foto: SINDO)

“Karena sektor manufaktur ini selain berfungsi sebagai penghasil devisa dan pemenuhan kebutuhan domestik juga berfungsi sebagai jaring pengaman sosial ekonomi sebagai sektor yang saat ini menyerap 18,82 persen tenaga kerja” kata dia.

Menurut Redma, yang dalam kepengurusan Kadin Indonesia sebelumnya sebagai Ketua Komite Industri Pengolahan Lainnya dibawah WKU Asosiasi dan Himpunan, untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 8 persen maka diperlukan pertumbuhan industri pengolahan diatas 10 persen dengan kontribusi terhadap PDB sekitar 25 persen.

“Saya kira kita semua paham hitung-hitungan ini dan tantangan Kadin ke depan memperjuangkan itu, jangan sampai kinerja manufaktur jeblok lagi dengan pertumbuhan hanya 4 persen bahkan dibawah pertumbuhan ekonomi," tuturnya.

“Pastinya Mas Anin sudah sangat paham permasalahan-permasalahan dunia usaha, dan sebagai Asosiasi dibawah naungan KADIN, sektor TPT siap berjuang bersama untuk mewujudkannya,” ucapnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Mobil
1 bulan lalu

Indonesia Bisa Produksi Lebih dari 400.000 Pikap per Tahun, Kenapa Malah Impor?

Mobil
1 bulan lalu

Kadin Tegaskan Impor 105.000 Pikap dari India Ancam Industri Otomotif

Nasional
1 bulan lalu

Kadin Minta Presiden Batalkan Rencana Impor 105.000 Unit Pikap dari India

Bisnis
3 bulan lalu

Pertamina Luncurkan Biosolar Baru untuk Industri Awal Tahun Depan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal