Alih Fungsi Lahan Jadi Tantangan Penyediaan Pangan, 100.000 Hektare Sawah per Tahun Terkikis Pembangunan

Iqbal Dwi Purnama
Tantangan dalam menyediakan pangan untuk masyarakat adalah alih fungsi lahan pertanian. (Foto: MPI/Adi Haryanto)

Husnain menuturkan, pembangunan infrastruktur yang mengikis banyak lahan pertanian harus segera mendapatkan lahan kompensasi atau dibuatkan lahan baru untuk menopang produktivitas pertanian. Selain itu, opsi lainnya adalah dengan mengurangi konsumsi beras per kapita.

"Jadi kalau rakyat Indonesia bisa mengurangi beras per kapita, itu tentu akan bisa mengefisienkan kebutuhan beras, waktu simulasi sudah kita lakukan," tuturnya.

Di samping itu, pihaknya menyarankan untuk memanfaatkan lahan yang dikuasai oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar dimanfaatkan untuk sektor pertanian. Sehingga secara garis besar hanya ada dua opsi, mengurangi konsumsi beras atau membuka lahan baru.

"Tetapi kita juga mempunyai lahan baku sawah, BPN (Badan Pertanahan Nasional) juga menetapkan, dalam tahap persiapan, untuk menetapkan lahan sawah utama, itu tidak bisa dikonversi, itu sedang kita tunggu di BPN," ucapnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
13 hari lalu

Kementerian ATR Terapkan Darurat Perlindungan Lahan Pertanian, Dukung Swasembada Pangan

Nasional
14 hari lalu

Lapor Prabowo, Menteri ATR Nusron Ungkap 554.000 Hektare Sawah Hilang dalam 5 Tahun

Nasional
26 hari lalu

Daftar Harga Pangan 16 Januari 2026: Beras hingga Cabai-Bawang Turun, Daging Sapi Naik

Nasional
1 bulan lalu

Daftar Harga Pangan 7 Januari 2026: Bawang Naik, Daging Sapi Turun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal