Prancis mampu keluar dari resesi pada kuartal kedua tahun 2009. Kebijakan yang mereka tempuh, antara lain dengan memperkuat fondasi ekonomi. Program stimulus fiskal juga telah membantu meredam penurunan. Selain itu, pemerintah Prancis mengambil reformasi struktural guna memulihkan daya saing ekonomi.
3. Singapura
Singapura mengalami resesi pertamanya pada 1985. Tanda-tanda perlambatan ekonomi negara ini sudah terlihat pada 1984. Pada kuartal kedua tahun 1985, Singapura mencatat tingkat pertumbuhan minus 1,4 persen.
Resesi mengakibatkan perusahaan bangkut serta pengurangan tenaga kerja. Angka pengangguran Singapura pun naik menjadi 4,1 persen. Resesi di Singapura disebabkan oleh faktor eksternal dan internal. Adapun faktor eksternalnya meliputi ekonomi negara di dunia yang sedang melambat, khususnya Amerika Serikat.
Selain itu, Singapura juga mengalami penurunan permintaan barang. Sedangkan dari sisi internal, biaya operasi yang tinggi terkait biaya sewa dan upah yang membuat Singapura kurang kompetitif di pasar global menjadi faktor penyebab resesi.
Guna melawan resesi, pemerintah Singapura melakukan langkah pemotongan biaya, seperti pengurangan kontribusi pemberi kerja ke Central Provident Fund dan Skill Development Fund, pembatasan upah selama dua tahun, hingga pinjaman dengan bunga yang lebih rendah.