4 Dampak Perang Rusia-Ukraina, dari Krisis Energi Hingga Perang Dingin

Anggie Ariesta
Warga Luhanks, Ukraina, meratapi puing-puing bangunan yang hancur karena serangan bom Rusia. (Foto: Reuters)

Pasokan gas perpipaan dari Rusia kurang fleksibel dibandingkan minyak untuk diganti dengan pasokan dari sumber alternatif. Investasi infrastruktur telah dimulai untuk meningkatkan kapasitas fasilitas penerima LNG (liquefied natural gas) di Eropa.

Amerika Serikat sedang mengumpulkan pasokan LNG ke Eropa dan telah menjadi penerima manfaat terbesar dari boikot gas Rusia yang sedang berlangsung oleh Eropa.

Menanggapi invasi Rusia ke Ukraina, perusahaan minyak besar barat (Exxon, Shell, BP, Total Energies) menarik modal mereka dari industri minyak dan gas Rusia, sebuah perkembangan dengan implikasi signifikan pada posisi Rusia di masa depan sebagai produsen minyak dan gas global utama.

"Ini juga merupakan mitigasi perubahan iklim plus karena produksi bahan bakar fosil global akan berkurang. Kecuali tentu saja ada pengganti modal produksi yang setara dari China," ungkap George

4. Perang Dingin
Mungkin konsekuensi paling mengerikan dari krisis Rusia/Ukraina yang sedang berlangsung adalah kembalinya aliansi geopolitik yang terpolarisasi, dengan loyalitas kepada Barat (AS dan Eropa) atau Timur (Rusia dan Cina), yang menandakan kembalinya model geopolitik “perang dingin”.

Hal ini dapat memecah belah dan merusak globalisasi ekonomi yang telah memfasilitasi perdagangan dan investasi global selama tiga dekade terakhir. Jika permusuhan geopolitik baru muncul dan bertahan, menjaga netralitas oleh berbagai negara akan menjadi kesulitan diplomasi.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Nasional
5 hari lalu

Purbaya Targetkan Insentif Mobil Listrik Rampung 2 Minggu Lagi

Nasional
13 hari lalu

Diplomasi Selat Malaka: Memaksa Para Pihak Berkonflik Buka Selat Hormuz

Nasional
25 hari lalu

Pengamat Dorong Pemerintah Benahi Regulasi Kendaraan Listrik, Soroti Insentif agar Tepat Sasaran

Nasional
31 hari lalu

Respons Krisis Energi, Pemerintah Ajak Warga hingga Pejabat Beralih Gunakan Transportasi Massal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal