Hingga tahun 2021, bauran energi di Jateng mencapai 13,38 persen, menjadikan provinsi ini sebagai model nasional dalam pengembangan EBT.
"Pengembangan energi terbarukan dan transisi energi di Jawa Tengah tidak terlepas dari peran serta pihak-pihak non-pemerintah, baik kerja sama bersama swasta maupun masyarakat," ujar Kepala Dinas ESDM Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, Selasa (15/11).
Kerja sama dengan swasta dan masyarakat menjadi kunci dalam pencapaian ini, memberikan berbagai manfaat seperti biaya kelistrikan yang lebih murah dan peningkatan kualitas lingkungan serta kesehatan.
Selain itu, Ganjar Pranowo juga telah diundang oleh IESR sebagai co-chair Civil20 untuk membagikan keberhasilan Jateng dalam pengembangan EBT di acara G20.
Sujarwanto menegaskan bahwa Jateng telah menetapkan anggaran khusus untuk mendukung pengembangan EBT, dan Ganjar Pranowo menyoroti pentingnya potensi EBT lokal dan partisipasi masyarakat untuk mencapai kemandirian energi.