Mengenal Manfaat Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh Anak Selama Berpuasa
JAKARTA, iNews.id - Selama masa pandemi Covid-19, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga daya tahan tubuh. Selain mengonsumsi makanan sehat, kekebalan tubuh juga bisa didukung dengan vitamin C.
Apalagi di bulan Ramadan, anak-anak membutuhkan asupan penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh selama berpuasa.
Anak-anak lebih rentan terinfeksi virus dan termasuk 2-3 kali lebih sering mengalami batuk dan pilek dibandingkan orang dewasa.
Terlebih pada kondisi pandemi yang masih belum usai, anak-anak tak hanya berhadapan dengan ancaman paparan Covid-19, tetapi juga harus mampu beraktivitas di lingkungan yang semakin menantang.
Imunitas tubuh anak yang kuat menjadi kebutuhan yang kian mendesak. Guna mencukupi itu, sangat penting untuk menjaga asupan vitamin C pada anak. Selain memiliki kandungan yang mencukupi, vitamin C untuk anak juga harus aman dan praktis dikonsumsi.
Dokter spesialis anak, Kanya Ayu Paramastri mengatakan, tantangan terhadap daya tahan tubuh anak bisa dialami saat menjalani puasa Ramadan. Sebab, konsumsi asupan anak terbatasi sementara intensitas aktivitas nyaris sama dengan hari-hari biasa.
"Tanpa diimbangi asupan bergizi yang mengandung mikronutrien mencukupi, daya tahan tubuh dapat terpengaruh sehingga anak berisiko batal puasa, bahkan bisa jatuh sakit. Guna mengantisipasi gangguan kecukupan asupan selama berpuasa, selain protein, karbohidrat kompleks dan buah, anak juga membutuhkan tambahan suplementasi, terutama vitamin C sebagai zat gizi mikro yang esensial bagi anak-anak," kata dr Kanya Ayu Paramastri, melalui keterangan virtualnya belum lama ini.
Menurutnya, vitamin C merupakan salah satu zat gizi mikro esensial yang berpengaruh pada imunitas tubuh anak. Fungsinya menyokong sistem kekebalan melalui peningkatan aktivitas fungsi sel darah putih dan produksi antibodi.
Kekurangan vitamin C mengakibatkan anak-anak semakin rentan terhadap infeksi. Salah satunya batuk pilek, terhambatnya pembentukan kolagen yang menyebabkan gangguan pertumbuhan, penyembuhan luka yang lambat, hingga menimbulkan gejala penyakit skorbut (merasa lelah dan lemah sepanjang waktu, kehilangan nafsu makan, mudah tersinggung dan uring-uringan). Selain itu, vitamin C juga merupakan salah satu antioksidan utama yang dapat mencegah dan memperbaiki kerusakan DNA.
Kinshuk Kunwar, Presiden Direktur PT Bayer Indonesia mengatakan, dampak pandemi menuntut kita untuk mampu beradaptasi dengan perubahan yang cepat, tak terkecuali bagi anak-anak.
Misalnya, mereka harus bisa belajar secara fleksibel, baik melalui pembelajaran tatap muka, ataupun secara daring. Ditambah lagi cuaca yang tak menentu dan polusi udara yang bisa berdampak pada kesehatan mereka.
"Kondisi-kondisi tersebut menjadikan lingkungan anak-anak semakin menantang, lebih-lebih bagi anak-anak yang sedang belajar berpuasa Ramadan," ujar Kinshuk Kunwar.
Memahami situasi tersebut, Bayer menghadirkan suplementasi vitamin C 200mg yang aman dan praktis untuk membantu menjaga daya tahan tubuh anak.
"Tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga untuk menyiapkan anak-anak menghadapi lingkungan keseharian yang kian menantang. Kami percaya, dengan daya tahan tubuh yang kuat, anak-anak Indonesia akan lebih berani bereksplorasi demi menggapai cita-cita mereka,” ujar Kinshuk Kunwar.
dr. Riana Nirmala Wijaya, Medical Lead Bayer Consumer Health mengatakan, sistem kekebalan tubuh memainkan peran penting dalam perkembangan otak dan fungsi otak anak-anak. Kekurangan nutrisi, salah satunya zat gizi mikro esensial seperti vitamin C, bisa menyebabkan konsekuensi berupa kerentanan terhadap infeksi, bahkan mengurangi Intelligence Quotients atau IQ di kemudian hari.
"Ingat, tubuh tidak mampu memproduksi vitamin C tetapi memerolehnya lewat asupan dari luar. Karenanya, selain mengonsumsi makanan bernutrisi, ketercukupan vitamin C pada anak perlu didukung dengan suplementasi yang tepat,” ujar dr. Riana.
Dia menambahkan, dari sisi keamanan, vitamin C bersifat mudah larut dalam air dan tidak disimpan oleh tubuh. "Artinya, jika konsumsinya melebihi kebutuhan tubuh, vitamin C akan dibuang melalui air seni,” kata dr. Riana.
Editor: Vien Dimyati