Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cristiano Ronaldo Puasa Ramadan di Al Nassr, Mantan Rekan Setim Bocorkan Fakta Mengejutkan!
Advertisement . Scroll to see content

Berburu Takjil Khas Minang di Kramat Senen dari Bubur Kampiun hingga Tambusu

Sabtu, 21 Februari 2026 - 23:15:00 WIB
Berburu Takjil Khas Minang di Kramat Senen dari Bubur Kampiun hingga Tambusu
Ada sejumlah menu yang hampir selalu habis lebih dulu di Kramat, Senen saat Ramadan, antara lain bubur kampiun dan tambusu. (Foto: Niko Prayoga)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kawasan Jalan Kramat, Senen, Jakarta Pusat, kembali menjadi magnet warga menjelang waktu berbuka puasa. Deretan gerai Nasi Kapau khas Minang di lokasi ini diserbu pemburu takjil yang ingin menikmati hidangan berbumbu kuat setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

Sejak sore hari, aroma rempah yang menyeruak dari sepanjang Jalan Kramat seolah menjadi penunjuk arah bagi para pencinta kuliner Minang. Warga rela mengantre demi mendapatkan menu favorit untuk berbuka puasa.

Sepanjang jalan tersebut, pengunjung hanya akan menemukan pilihan makanan khas Minang sebagai menu buka puasa. Beberapa di antaranya telur ikan, udang hijau, dendeng batokok lado merah, tambusu, kikil, hingga tunjang yang tersaji menggugah selera.

Tak hanya makanan berat, tersedia pula hidangan ringan yang kerap diburu sebagai takjil. Lemang tapai dan bubur kampiun menjadi incaran warga yang ingin menyantap menu manis sebelum beralih ke hidangan utama.

“Di sini jual berbagai masakan menu khas Minang, kayak telur ikan, udang hijau, terus ada dendeng batako lada merah, ada tambusu favoritnya juga sama kikil atau tunjang,” kata Rohim, salah satu karyawan gerai nasi kapau saat diwawancarai di lokasi, Sabtu (21/2/2026).

Menurut dia, ada sejumlah menu yang hampir selalu habis lebih dulu saat Ramadan. Bubur kampiun, tambusu, hingga kepala kakap menjadi sajian yang paling banyak dicari masyarakat untuk berbuka puasa.

“Kalau disini biasanya yang takjil ada bubur kampiun juga ada di sini sama tambusu, tunjang sama kepala kakap,” ujarnya.

Rohim mengakui, intensitas pembeli pada Ramadan tahun ini terasa sedikit menurun dibandingkan hari biasa. Namun, antusiasme warga tetap terlihat jelas, terutama saat memasuki akhir pekan.

“Ya, kalau lagi hari weekend sih alhamdulillah habis,” ucapnya.

Menariknya, suasana ramai di kawasan ini tidak langsung mereda setelah beduk Magrib berkumandang. Jalan Kramat justru kembali dipadati pembeli saat menjelang sahur.

“Biasanya jam sahur. Oh, ramainya di jam sahur,” katanya.

Bagi pencinta kuliner pedas dan masakan khas Minang, berburu takjil di Jalan Kramat Senen bisa menjadi pilihan menarik selama Ramadan. Deretan menu lezat dengan aroma bumbu yang kuat menjadikan kawasan ini destinasi favorit warga ibu kota untuk menikmati momen berbuka dan sahur bersama keluarga maupun teman.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut