4 Alasan Kurma Cocok untuk Buka Puasa, Bukan Sekadar Sunnah Rasul!
JAKARTA, iNews.id - Kurma menjadi buah yang identik dengan berbuka puasa. Selain karena Sunnah Rasulullah, buah khas Timur Tengah ini ternyata mengandung banyak manfaat kesehatan.
Ya, di balik rasanya yang manis, kurma menyimpan sejumlah manfaat kesehatan yang membuatnya direkomendasikan sebagai menu berbuka puasa. Kenapa begitu? Simak pembahasan selengkapnya hanya di artikel ini.
Setelah berpuasa sekitar 13 jam, tubuh membutuhkan asupan yang bisa segera mengembalikan energi. Kurma mengandung gula alami berupa glukosa dan fruktosa yang mudah diserap tubuh. Kombinasi ini membantu mengembalikan kadar gula darah secara bertahap tanpa lonjakan berlebihan.
Tak heran jika banyak ahli gizi menyarankan kurma sebagai makanan pertama saat berbuka karena sifatnya yang ringan, tapi efektif memulihkan stamina.
Mengutip Review of Religions (International Health Section), kurma termasuk makanan yang padat nutrisi. Di dalamnya terdapat polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi, membantu tubuh melawan radikal bebas dan peradangan.
Kurma juga mengandung kalium dalam jumlah cukup tinggi. Mineral ini berperan penting menjaga keseimbangan elektrolit, membantu mengatur tekanan darah, serta mencegah kram otot, keluhan yang kadang muncul setelah seharian berpuasa.
Selain itu, kurma mengandung vitamin A, B6, dan C, serta sekitar 3 persen protein dengan 20 lebih jenis asam amino.
Kandungan serat pada kurma cukup tinggi. Serat ini membantu memperlambat proses pencernaan, sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama. Efek ini sangat bermanfaat agar tubuh tidak langsung 'kaget' menerima makanan berat setelah seharian kosong.
Serat tidak larut dalam kurma juga membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Bahkan, kurma berperan sebagai prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus.
Meski rasanya manis, gula dalam kurma tersimpan bersama serat dan antioksidan. Kombinasi ini membantu mengontrol respons gula darah sekaligus mendukung kesehatan jantung.
Karena itulah, kurma bukan hanya identik dengan nuansa religius saat Ramadhan, tetapi juga masuk akal secara medis sebagai menu pembuka puasa.
Jadi, ketika adzan Maghrib berkumandang, menyantap beberapa butir kurma bukan sekadar mengikuti Sunnah Rasul, tetapi juga pilihan cerdas untuk memulihkan energi tubuh secara alami.
Editor: Muhammad Sukardi