Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Anak Demam Tinggi Mendadak di Musim Hujan, Waspada Demam Berdarah!
Advertisement . Scroll to see content

Wisatawan Butuh Jaminan Protokol Kesehatan saat Libur Panjang

Jumat, 30 Oktober 2020 - 15:05:00 WIB
Wisatawan Butuh Jaminan Protokol Kesehatan saat Libur Panjang
Wisatawan butuh jaminan aman berwisata (Foto: Kemenparekraf)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Selama menjalani libur panjang, wisatawan diminta untuk menerapkan protokol kesehatan ketat. Bahkan, protokol kesehatan dapat dijadikan daya tarik.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan, protokol kesehatan menjadi daya tarik wisatawan yang ingin menikmati libur panjang akhir pekan ini.

Para pelancong akan tertarik berlibur di hotel, tempat wisata, dan restoran yang aman dari penularan Covid-19.

"Mereka yang mau makan di warung, tidur di hotel, yang menerapkan protokol kesehatan akan merasa aman. Ini penting untuk kita yang akan merencanakan liburan," ujar Menteri Koperasi UKM Teten Masduki dalam talkshow "Dialog Covid-19: Penerapan Protokol Kesehatan di UMKM" di Media Center Satgas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta pada Senin (26/10/2020).

Teten menambahkan, bagi konsumen atau turis bukan harga murah atau diskon barang. Melainkan jaminan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, dan mencuci tangan pakai sabun di air mengalir.

Bagaimana protokol kesehatan untuk perhotelan, pesawat terbang, restoran, dan kafe bisa meyakinkan turis yang sadar protokol kesehatan.

"Turis yang berpergian itu punya uang dan berpendidikan. Kalau disadarkan dengan protokol kesehatan memakai masker, makanan higienis, saya kira semua orang tidak takut untuk liburan,” ujar Menteri Koperasi UKM Teten Masduki.

Koordinator Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan, pelaku UMKM yang menerapkan protokol kesehatan bisa mendatangkan keuntungan. Salah satunya, kata Wiku, konsumen akan yakin untuk membelinya.

"UMKM kalau disiplin protokol kesehatan akan membuat keyakinan konsumen untuk membelinya. Ini saling menguntungkan," ujar Prof. Wiku Adisasmito.

Dia menegaskan, ekonomi bisa berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan. Namun kalau indikator ekonomi berjalan dan kasusnya naik berarti ada yang tidak disiplin.

"Entah itu dari konsumen atau UMKM-nya. Makanya harus gotong royong menjadi satu," tutur Prof. Wiku yang akan tetap bekerja meski libur panjang cuti bersama akhir pekan ini.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut