Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tak Lagi Jauh, Tanjung Lesung Jadi Primadona Wisata Baru Jabodetabek
Advertisement . Scroll to see content

Viral di Majalengka Mata Air Peninggalan Belanda Terangker, Berani Berenang?

Senin, 05 Juli 2021 - 20:20:00 WIB
Viral di Majalengka Mata Air Peninggalan Belanda Terangker, Berani Berenang?
Mengenal sumber mata air peninggalan Belanda di Majalengka (Foto: Instagram@indoflashlight)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pesona Majalengka selalu saja membuat wisatawan tertarik untuk berkunjung. Majalengka memang terkenal memiliki keindahan alam yang memesona. Salah satu yang terkenal adalah hamparan terasering yang memukau.

Namun, siapa sangka, di balik keindahan Majalengka, ada satu tempat wisata bersejarah yang menyeramkan. Salah satu yang perlu dijelajahi adalah Waterleiding Pantan Cigowong.

Sumber mata air peninggalan Belanda ini menjadi viral lantaran daya tariknya yang angker namun memesona. Dilansir MNC Portal Indonesia pada Senin (5/7/2021), berikut 5 fakta Waterleiding Pantan Cigowong.

1. Sejarah Waterleiding Pantan Cigowong

Berdasarkan manuskrip Belanda, saluran air Cigowong dibangun pada 2 November 1936 pada masa pemerintahan R.M.A. Suriatanubrata 1922 berkaitan dengan peresmian jalan Maja-Talaga.

Masyarakat menyebutnya Pantan Cigowong, ada juga yang menyebut Waterleiding Cigowong. Waterleiding artinya sebutan untuk saluran pipa air yang mulai digunakan pada masa Belanda saat menyalurkan air bersih dari Ciburial Bogor ke Kotapraja Batavia pada 23 Desember 1922.

2. Asal Usul

Waterleiding Cigowong atau yang disebut juga Pantan Cigowong dibangun untuk memenuhi kebutuhan air di desa-desa di kawasan Talaga, yaitu Argasari, Cigowong, Sunia, Ganeas dan Talaga. Selain untuk kebutuhan warga, air tersebut juga untuk mengairi sawah.

Untuk menyalurkan air yang keluar dari tanah tersebut maka dibangun saluran irigasi ke arah utara dengan lebar sekitar 1 meter menyusuri lereng bukit, kemudian masuk terowongan buatan sepanjang 150 meter, sampai akhirnya masuk ke pedesaan.

3. Saksi Bisu Pernikahan Ratu Juliana

Ratu Juliana adalah putri Ratu Wilhelmina dan Pangeran Hendrik dari Mecklenburg-Schwerin. Ratu Juliana menikah dengan Pangeran Bernhard pada Januari 1937. Pangeran Bernhard adalah bangsawan Jerman dari Lippe Biesterfeld.

Karenanya, dari  titimangsa pernikahan Ratu Juliana dan keterangan Naro, masuk akal bila peresmian Waterleiding ini berkisar di tahun 1936-1937.

4. Bisa Berenang di Air Jernih

Meski saluran air ini sudah dibangun berpuluh-puluh tahun yang lalu dan kurang terawat, air yang mengalir di sini tetap jernih dan dingin. Para wisatawan seringkali melakukan kegiatan renang saat berkunjung.

Meski dari penampilannya sering dibilang angker, beberapa penduduk lokal menyatakan, lokasi ini tidaklah seram. Melainkan sangat menyenangkan karena bisa menyegarkan badan dengan berenang di air yang jernih.

5. Lokasi dan Rute

Pantan Cigowong lokasinya cukup jauh dari akses jalan raya. Namun pemilihan tempat ini rupanya tepat adanya karena sumber air di Pantan Cigowong ini cukup melimpah, yang airnya jernih dan sejuk.
 
Perjalanan menuju Pantan Cigowong cukup jauh dan hanya dapat dilakukan dengan berjalan kaki. Tidak ada akses jalan untuk kendaraan baik roda dua sekalipun. Satu-satunya cara adalah dengan menyusuri jalan setapak di sepanjang jalur saluran irigasi.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut