Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sandiaga Uno Bikin Koleksi Fashion, Hasil Kolaborasi dengan Intresse
Advertisement . Scroll to see content

Ubur-Ubur Langka di Pulau Kakaban Hilang, Sandiaga Uno: Danaunya Ditutup untuk Pemulihan

Rabu, 03 Juli 2024 - 21:56:00 WIB
Ubur-Ubur Langka di Pulau Kakaban Hilang, Sandiaga Uno: Danaunya Ditutup untuk Pemulihan
Danau Kakaban ditutup sementara (Foto: Kemenparekraf)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pulau Kakaban atau yang dikenal dengan Danau Ubur-Ubur di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur hingga saat ini masih ditutup untuk wisatawan. Penutupan Danau Ubur-Ubur dilakukan sejak akhir 2023.

Adapun tujuan ditutupnya Danau Ubur-Ubur ini bertujuan untuk memulihkan destinasi wisata yang menjadi habitat bagi para ubur-ubur tidak menyengat itu.

Sebab, dalam beberapa waktu terakhir, ubur-ubur yang biasanya kerap menemani wisatawan berenang, tak lagi muncul di perairan Pulau Kakaban.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno baru-baru ini meninjau dan melihat secara langsung kondisi Pulau tersebut. Usai melakukan tinjauan, Sandiaga mengatakan, keberlanjutan habitat dan kelestarian ubur-ubur langka ini harus menjadi prioritas dan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. 

Di wilayah tersebut, terdapat empat spesies ubur-ubur tidak menyengat, namun menurut keterangan pengelola dalam enam bulan terakhir hewan invertebrata tersebut menghilang. 

"Ini mungkin diakibatkan atau hampir bisa dipastikan karena jumlah minat wisatawan yang tinggi, juga penggunaan zat kimia bagi yang berenang dengan menggunakan skincare atau body lotion, glowing, namun destroying,” ujar Sandiaga. 

Sandiaga pun mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang dengan sigap menutup sementara Pulau Kakaban bagi wisatawan sejak 28 Desember 2023.

Dia berharap langkah ini bisa membuat ubur-ubur tak menyengat yang merupakan ikon pariwisata Berau kembali seperti sediakala. Para ahli pun diundang untuk melakukan kajian atas peristiwa yang terjadi.

"Jadi untuk wisatawan mohon kerja samanya. Yang datang ke Kakaban Island hanya bisa menikmati dan tidak ikut berenang di danau. Mari kita hormati proses pemulihan alam ini. Karena masa depan pariwisata hijau untuk generasi selanjutnya," kata Sandiaga.

Sandiaga juga menyebut, jika Danau Ubur-Ubur nantinya telah pulih dan kembali dibuka untuk umum, kemungkinan akan ada beberapa peraturan yang diberlakukan, salah satunya yakni pemberlakuan carrying capacity. 

Wisatawan nantinya tidak diperbolehkan berenang, serta melakukan hal lain yang bisa membahayakan ekosistem di destinasi tersebut. Tentunya hal ini juga masih dikaji lebih dalam oleh para pihak terkait.

"Pemerintah berkomitmen untuk mengembangkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Bukan hanya jumlah kunjungan tapi juga kualitas dari pariwisatanya, dari segi menjaga ekosistem pengelolaan alam dan kelestarian budaya, serta pembinaan masyarakat," ujar Sandiaga.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Berau, Sri Juniarsih, berharap seluruh pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola destinasi memperkuat kolaborasi. Dan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Kakaban dapat mematuhi aturan-aturan yang berlaku.

"Mudah-mudahan usaha ini membuahkan hasil yang baik untuk kita semua dan mudah-mudahan kekayaan alam ini tetap dapat disaksikan anak cucu kita ke depan. Untuk kemajuan Berau yang lebih baik," kata Sri.

Senada dengan Bupati Berau, Perwakilan Pokdarwis, Doni, berharap ke depan dampak yang ditimbulkan dari upaya pemulihan ubur-ubur di Pulau Kakaban memberikan hasil yang positif.

"Dan untuk wisatawan mohon pengertiannya, harap bersabar sedikit lagi, mari kita sama-sama menjaga kelestarian pariwisata Danau Ubur-ubur Kakaban," kata Doni.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut