Tren Pariwisata Akan Bergeser, Pelaku Parekraf Harus Perhatikan Hal Penting Ini
JAKARTA, iNews.id - Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif perlahan bangkit dari keterpurukan pandemi Covid-19. Bahkan, diprediksi akan terjadi pergeseran profil dan preferensi wisatawan akibat dari pandemi.
Direktur Eksekutif selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Onny Widjanarko mengatakan, pada aktivitas pariwisata, pandemi Covid-19 telah menyebabkan pergeseran profil dan preferensi wisatawan.
Menurutnya, pandemi Covid-19 mendorong terjadinya perubahan pariwisata ke depan yang ditandai dengan tiga tren utama, yakni peningkatan preferensi sustainability tourism, penggunaan teknologi, serta penekanan pada koneksi budaya dan komunitas lokal (perjalanan wisata yang berkesan).
"Masyarakat lebih memilih untuk berwisata pada tempat-tempat yang tidak ramai dan kaya akan budaya dan komunitas lokal. Terkait hal tersebut, Indonesia juga dapat menjadi potensi pariwisata sesuai dengan preferensi wisatawan sejalan dengan wisatanya yang kaya akan budaya dan komunitas lokal," ujar Onny, di Jakarta belum lama ini.
Menurut dia, pariwisata baik leisure maupun MICE serta ekonomi kreatif juga memiliki peran yang besar. Apalagi, pariwisata berpotensi menjadi alternatif sumber pertumbuhan ekonomi baru mengingat porsinya yang besar dalam ekspor, termasuk Jakarta.
"Selain itu, DKI Jakarta memiliki cukup banyak variasi tipe wisata, dengan salah satu yang potensial yaitu MICE. Dari sisi industri kreatif, tingkat demand dunia yang tinggi mendorong industri kreatif di DKI Jakarta khususnya industri animasi dan game sangat potensial untuk mendatangkan devisa," kata dia.
Lebih lanjut Onny Widjanarko menyampaikan bagaimana pentingnya pelaku wisata dan UMKM untuk go digital. BI mendorong UMKM go digital dan go ekspor. Bahkan, BI sudah melakukan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan e-commerce untuk mendorong UMKM bisa memasarkan produknya di sana.
Setelah go digital maka transaksi UMKM diharapkan semakin berkembang dan pada akhirnya e-commerce bisa membantu mereka bisa melakukan kegiatan ekspor.
"Xontent dan konteks dalam berpromosi di media sosial penting. Setelah memiliki content dan konteks lalu bikinlah event, pasti akan viral," kata Onny.
Dia menambahkan, kunci menggunakan medsos, jangan hanya sebagai pengamat atau observer, tetapi juga sebagai explorer, yang melakukan eksplorasi berbagai fitur dan gaya unggahan, lalu menjadi produser content yang kreatif, hingga akhirnya menjadi investor dari bentuk unggahan baru dan menjadi connector atau penghubung antara konsumen dengan produk yang dipasarkan.
Dalam mendukung pelaku pariwisata dan UMKM, diperlukan pelatihan. Salah satunya, Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Jakarta melatih UMKM dan pelaku industri Pariwisata melalui seminar dan Pelatihan
Kali ini, IMA melalui Chapter DKI Jakarta menggelar Small Medium Enterprise & Tourism Day pada Minggu 11 September 2022 di Sarinah, Jakarta.
Gathering IMA Chapter DKI Jakarta ini dikemas dalam beberapa kegiatan menarik, dimulai dari kegiatan family fun bike, lalu dilanjut dengan gathering, seminar, coaching class dan lainnya.
Dalam seminar tersebut, membahas bagaimana potensi UMKM dapat bersinergi dengan industri pariwisata.
Andi Rahim Ketua Harian IMA Chapter DKI Jakarta mengatakan IMA adalah komunitas untuk individu yang memiliki ketertarikan di bidang marketing dan memiliki banyak program dalam mengembangkan UMKM dan pelaku industri pariwisata melalui acara seminar dan coaching.
Pembicara kedua, Diah Yusuf menjelaskan jika ingin UMKM merambah pasar luar negeri, pengusaha harus mempunyai data intelegensi pasar luar negeri tentang kebutuhan dan selera pasar luar negeri.
"Kunci keberhasilannya yaitu strengthen ur strength, preparing smart dan Networking and collaboration," katanya.
Editor: Vien Dimyati