Tips Berkemah yang Aman dan Nyaman di Tengah Pandemi Covid-19
JAKARTA, iNews.id - Banyak yang berpendapat bahwa berkemah merupakan aktivitas dengan risiko penularan virus corona (Covid-19) rendah. Meski demikian, bukan berarti harus mengabaikan protokol kesahatan.
Jika ingin berkemah, tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Berikut iNews.id berikan tips aman dan nyaman saat berkemah di tengah pandemi Covid-19 yang sudah dikumpulkan dari berbagai sumber, Senin (23/11/2020).
1. Pergi sendirian atau bersama keluarga
Pergi berkemah sendirian atau bersama keluarga merupakan cara aman terhindar dari penularan virus corona. Sebaliknya, berkemah dengan jumlah orang yang banyak justru berisiko tinggi tertular.
2. Membawa alat makan dan botol minum sendiri
Berkemah identik dengan masak dan makan-makan di alam terbuka. Sangat disarankan untuk menggunakan alat makan dan minum pribadi.
Gunakan alat makan dan minum yang ringkas, ringan dan mudah dibawa. Cara membersihkannya juga mudah, cukup menggunakan tisu basah.

3. Pergi berkemah dengan rencana matang
Jangan pernah pergi berkemah tanpa rencana yang matang. Selalu pastikan membawa barang-barang yang dibutuhkan.
Cek pula perkiraan cuaca di lokasi kemah atau sebisa mungkin reservasi tempat terlebih dahulu. Pasalnya di masa pandemi seperti saat ini, rata-rata tempat kemah membatasi jumlah pengunjung.
4. Membawa hygiene kit
Hygiene kit berisi peralatan wajib yang dibawa selama berkemah. Apalagi di masa pandemi saat ini. Isinya berupa hand sanitizer, disinfektan spray, tisu basah, tisu kering, dan sabun cair.
5. Hindari tempat berkemah yang ramai
Sebaiknya hindari tempat berkemah yang terlalu ramai. Jangan memaksakan diri karena tempat kerumunan justru bisa meningkatkan risiko penyebaran virus corona.
Pastikan spot tenda yang didirikan berjarak cukup jauh dengan kelompok lain yang sedang berkemah di sana.
6. Jangan lengah, selalu terapkan 3M
Selalu terapkan 3M di tempat berkemah, yakni memakai masker dengan benar, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir secara berkala, serta menjaga jarak minimal 1,5 meter.
Editor: Tuty Ocktaviany