Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tren Wisata Sehat Naik, Bali hingga Solo Disiapkan Jadi Destinasi Wellness
Advertisement . Scroll to see content

Taiwan Never Sleeps! Tren Wisata 24 Jam yang Lagi Diburu Wisatawan Indonesia

Minggu, 03 Mei 2026 - 13:03:00 WIB
Taiwan Never Sleeps! Tren Wisata 24 Jam yang Lagi Diburu Wisatawan Indonesia
Taiwan night market menjadi salah satu destinasi yang diburu traveler Indonesia. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idTaiwan tak lagi sekadar destinasi alternatif. Negara ini kini tampil lebih agresif membidik wisatawan Indonesia, dengan pendekatan yang terasa lebih relevan dengan gaya liburan masa kini.

Ya, masyarakat modern seperti sekarang cenderung lebih suka liburan yang fleksibel, berbasis pengalaman, dan ramah untuk semua segmen, termasuk wisatawan Muslim. Fakta tersebut disampaikan pihak Kementerian Pariwisata Taiwan di acara Taiwan Travel Fair di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

Disampaikan Director Taiwan Tourism Information Center di Jakarta, Abe Chou, wisata 24 jam kini menjadi konsep yang makin dicari wisatawan. Itu juga yang membuat negara tersebut membawa konsep 'Taiwan Never Sleeps'.

Kementerian Pariwisata Taiwan saat berkunjung ke Indonesia. (Foto: Istimewa)
Kementerian Pariwisata Taiwan saat berkunjung ke Indonesia. (Foto: Istimewa)

"Jadi, Taiwan menonjolkan konsep wisata tanpa batas waktu, sesuatu yang kini semakin diminati wisatawan modern. Aktivitas tidak lagi terpaku pada siang hari, melainkan meluas ke pengalaman malam yang dinamis," kata Abe Chou dalam keterangan resminya, Minggu (3/5/2026).

"Artinya, selama 24 jam, wisatawan bisa menikmati berbagai aktivitas, mulai dari kuliner malam, belanja di night market, hingga hiburan dan destinasi budaya," tambahnya.

Konsep ini selaras dengan tren night tourism yang tengah naik daun, di mana wisatawan mencari pengalaman autentik di luar jam konvensional. Night market Taiwan, misalnya, bukan hanya tempat makan, tetapi juga ruang sosial dan budaya yang hidup.

Lebih lanjut, salah satu langkah strategis Taiwan yang patut dicatat adalah pengembangan ekosistem wisata ramah Muslim. Ini bukan sekadar gimmick, tetapi sudah diwujudkan dalam fasilitas konkret, mulai dari makanan halal hingga ruang ibadah di berbagai titik.

"Wisatawan Muslim tidak perlu khawatir. Taiwan berkomitmen menghadirkan pengalaman liburan yang nyaman, aman, dan menyenangkan" kata Abe.

Langkah ini menjadi kunci penting mengingat mayoritas wisatawan Indonesia adalah Muslim, sekaligus menjawab kebutuhan akan kenyamanan saat bepergian ke luar negeri.

Bukan tanpa alasan Taiwan begitu serius menggarap pasar Indonesia. Dengan populasi sekitar 280 juta jiwa dan pertumbuhan kelas menengah yang stabil, potensi wisatawan outbound terus meningkat.

Data terbaru menunjukkan hampir 9 juta perjalanan luar negeri dilakukan masyarakat Indonesia sepanjang 2024. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa traveling ke luar negeri bukan lagi gaya hidup eksklusif, melainkan kebutuhan rekreasi yang semakin umum.

Deputy Representative Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, Trust H.J. Lin, Ph.D., menegaskan pentingnya posisi Indonesia dalam strategi pariwisata Taiwan.

"Kami melihat Indonesia sebagai mitra strategis. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mempererat hubungan antar masyarakat sekaligus meningkatkan kunjungan wisata," ujarnya.

Dengan kombinasi promosi langsung, pendekatan digital, hingga penyesuaian terhadap kebutuhan wisatawan Indonesia, Taiwan tampak ingin naik kelas, dari sekadar destinasi menjadi pengalaman yang personal dan berkesan.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut