Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Setahun Dirahasiakan, Tina Toon Bagikan Potret Anak di Momen Imlek
Advertisement . Scroll to see content

Suasana Khidmat Hari Raya Imlek di Kelenteng Toasebeo, Ratusan Umat Hadir Beribadah

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:23:00 WIB
Suasana Khidmat Hari Raya Imlek di Kelenteng Toasebeo, Ratusan Umat Hadir Beribadah
Suasana khidmat mulai terasa saat ratusan umat memadati Vihara Dharma Jaya Toasebio, Glodok, Jakarta pada Hari Raya Imlek 2576. (Foto: Niko Prayoga)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Suasana khidmat mulai terasa saat ratusan umat memadati Vihara Dharma Jaya Toasebio, Glodok Jakarta pada Hari Raya Imlek 2576 Kongzili yang jatuh pada hari ini. Hiasan ornamen dan lampion warna merah menjadi penyambut bagi l umat yang akan beribadah. 

Harum dupa disertai suara pajatan doa dan asap dari nyala lilin yang menyelimuti klenteng menambah suasana kesakralan di Hari Raya Imlek.

Pengurus Vihara Dharma Jaya Toasebio, Andi Santosa mengatakan, umat mulai berdatangan sekitar pukul 07.00 dan 08.00 pagi. Para umat yang datang ke Vihara Dharma Jaya Toasebio sendiri berasal dari berbagai kalangan dan usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Mereka datang dan langsung mengambil dupa dan membakarnya untuk memanjatkan doa-doa mereka di tahun yang baru. Mereka berdoa di depan altar yang sudah disediakan secara berurutan. Dimulai dari altar Tian atau Tuhan Yang Maha Esa dalam kepercayaan umat Kong Hu Chu.

“Sudah mulai ramai jam 7 jam 8 pagi. Ya, prosesinya sih biasa seperti pertama kan sembahyang ‘Tian’ dulu di sini kedua baru masuk ke dewa-dewanya, pasti ada urutannya,” kata Andi sama diwawancarai, Selasa (17/2/2026).

Berpegang dupa yang telah dibakar dan kertas doa, para umat dengan khusyu melakukan ibadah. Kertas doa sendiri nantinya akan dibakar oleh sora umat sebagai sarana agar doa-doa yang dipanjatkan bias sampai kepada Tuhan.

“Itu sebenarnya kertas sembahyang. Maksudnya kalau habis berdoa nanti mereka bakar. Mereka bakar itu pertanda nanti sebagai sarana buat sampai doanya gitu sih kepercayaannya gitu, katanya.

Dia menjelaskan pada Hari Raya Imlek yang jatuh pada hari ini, para umat berdatangan ke kelenteng hanya untuk fokus beribadah dan berdoa, sehingga tidak ada acara khusus yang digelar.

“Tidak ada ritual biasa aja. Acara-acara sembahyang biasa sih. Tiap tahun juga begini kalau menyambut Imlek ya sembahyangnya begini-gini aja,” kata Andi.

Meski didatangi oleh ratusan umat, Andi mengungkapkan terjadi penurunan jumlah kunjungan umat pada Hari Raya Imlek tahun ini dibandingkan tahun kemarin.

“Ada penurunan yang signifikan tahun ini. Tahun kemarin malam aja udah meriah, semalam sebelum Imlek aja udah lebih pengunjung lebih padat. Ya, relatif lah mungkin di hari H-nya ini tambah pengunjung mungkin ada halangan atau apa malam jadi ya berkunjungnya sekarang malam,” katanya.

Dia memprediksi kepadatan umat yang berdatangan akan terus terjadi hingga sore dan malam hari sampai kelenteng ditutup sekitar pukul 21.00. “Kita hari H-nya entar sampai jam 09.00. 09.00 kita tutup, jadi 38 jam. Prediksi ya mungkin sih mudah-mudahan sih bisa ramai juga,” ujar Andi.

Sebagai informasi, ada beberapa rangkaian ibadah yang bakal digelar dari Hari Raya Imlek hingga perayaan Cap Go Meh di Kelenteng Toasebio. Berikut jadwal ibadah bersama yang bakal dilaksanakan di kelenteng tersebut.

1. Sembahyang Malam Imlek (Senin, 23 Februari 2026 sekitar pukul 23.30 WIB).

2. Perayaan Imlek Toasebio (Selasa 17 Februari 2026).

3. Sembahyang Sinbeng Turun (Kamis, 19 Februari 2026 pukul 23.30 WIB).

4. Sembahyang Tebu (Selasa, 24 Februari 2026, pukul 18.00 WIB).

5. Malam Cap Go Meh (Senin 02 Maret 2026).

6. Perayaan Cap Go Meh (Selasa, 03 Maret 2026).

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut