Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bangga! Joko Anwar Dianugerahi Gelar Kehormatan dari Pemerintah Prancis
Advertisement . Scroll to see content

Sandiaga Uno Apresiasi Securities Crowdfunding Permudah Pelaku Industri Film Dapatkan Investor

Sabtu, 17 Desember 2022 - 16:13:00 WIB
Sandiaga Uno Apresiasi Securities Crowdfunding Permudah Pelaku Industri Film Dapatkan Investor
Investasi di industri film semakin mudah (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Performa industri perfilman Indonesia menunjukkan berbagai pencapaian gemilang dari tahun ke tahun. Berbagai prestasi baik dalam negeri maupun internasional menambah daftar panjang penghargaan.

Tentunya hal ini sekaligus menjadi motivasi bagi para pelaku perfilman. Sudah menjadi hal umum jika salah satu hal yang menjadi persoalan dan tantangan terbesar dalam industri perfilman yaitu pendanaan. 

Berangkat dari hal tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengapresiasi inisiatif sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak dalam mengatasi persoalan tersebut. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan,  film salah satu subsektor ekonomi kreatif (ekraf) yang terbukti paling cepat menyerap tenaga kerja. Produksi film nasional perlu terus didorong dan didukung oleh berbagai pihak. 

Terkait isu pendanaan, Sandiaga mengapresiasi platform securities crowdfunding Bizhare yang baru saja meresmikan kerja sama dengan Adhya Group. Melalui kemitraan tersebut, Bizhare akan menjadi platform untuk pendanaan proyek film terbaru dan program hiburan garapan Adhya Pictures yang nilainya mencapai lebih dari Rp100 miliar untuk 2023 mendatang. 

Menurut Sandiaga, kolaborasi kedua perusahaan tersebut merupakan inovasi baru untuk berkontribusi langsung penyelesaian isu pendanaan produksi film melalui crowdfunding di sektor perfilman dan hiburan. 

Hal tersebut, kata dia, mempermudah pelaku industri untuk mendapatkan investor untuk berkarya. 

“Kolaborasi dan sinergi dengan industri securities crowdfunding akan mendukung perkembangan industri perfilman dan industri kreatif Indonesia dalam pendanaan untuk memproduksi karya yang semakin berkualitas,” kata Sandiaga. 

Selain itu, lanjutnya, kolaborasi tersebut juga membuka kesempatan bagi berbagai pelaku industri di Indonesia untuk memiliki peluang berkarya yang sama. “Semoga kolaborasi yang terjalin dapat berdampak baik dan berkontribusi dalam memajukan perekonomian Indonesia, khususnya ekonomi kreatif Indonesia,” tuturnya. 

Sementara itu, CEO Bizhare, Heinrich Vincent mengatakan kerja sama Bizhare dan Adhya Group diharapkan dapat berkontribusi langsung dalam perkembangan industri perfilman Indonesia

“Bizhare bangga menjadi platform securities crowdfunding pertama di Indonesia yang akan mewadahi pendanaan untuk industri perfilman Indonesia melalui skema urun dana melalui kerja sama dengan Adhya Group ini,” katanya. 

Vincent menambahkan, kerja sama ini juga dilatarbelakangi oleh perkembangan industri perfilman Indonesia yang sangat pesat. Dalam beberapa tahun terakhir, para sineas di Tanah Air juga sukses melahirkan film yang sangat berkualitas. 

"Hal ini dibuktikan dengan antusias masyarakat yang semakin besar untuk menyaksikan film Tanah Air hingga mencapai angka lebih dari jutaan penonton," katanya. 

Vincent menjelaskan, kolaborasi ini tak hanya membantu mempercepat pendanaan di industri film dan hiburan, namun juga dapat mengajak para kru, pemain, dan masyarakat umum ikut menjadi bagian dari kesuksesan film tersebut. Serta, mengajak masyarakat untuk berbondong-bondong menonton film lokal. 

Dengan demikian, timbul rasa kepemilikan terhadap film tersebut, di mana keuntungannya dapat dinikmati secara bersama-sama dengan skema kepemilikan efek di platform securities crowdfunding Bizhare. 

CEO Adhya Group, Ricky Wijaya menambahkan, angka peminat film pascapandemi Covid-19 terus meningkat. 

“Kita sudah mulai kembali pulih dari pandemi. Produksi film kembali berjalan. Harapannya melalui sinergitas dengan Bizhare kita membuka kesempatan untuk masyarakat agar bisa memiliki bersama berbagai project film di Adhya Group,” ungkapnya. 

Sebagai informasi, dalam kerja sama ini, Bizhare akan menjadi platform untuk pendanaan proyek film terbaru garapan Adhya Pictures. Antara lain Gampang Cuan, Romeo Ingkar Janji, dan Tokyo Medley. Sebelumnya, Adhya Group bersama Kathanika Pictures telah merilis berbagai film layar lebar seperti Gatotkaca, Death Knot, Keluarga Cemara 2, Ben & Jody, hingga Mencuri Raden Saleh.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut