Menikmati Destinasi Spa ala Pedesaan di Subang, Relaksasi dengan Bahan Alami
JAKARTA, iNews.id - Selama masa pandemi Covid-19, industri pariwisata mengalami dampak paling buruk. Banyak tempat wisata yang ditutup dan tidak menerima wisatawan.
Begitu pula dengan industri spa yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Sejak Maret 2020, destinasi spa di Indonesia mengalami keterpurukan dan banyak yang menutup tempat usahanya.
Direktur Utama PT. Cantika Puspa Pesona, Wulan Tilaar mengatakan, destinasi spa selama masa pandemi masih tutup, termasuk juga di Jakarta. Bahkan, secara keseluruhan perawatan spa dan salon Martha Tilaar mengalami penurunan omset sebesar 70 persen.
"Industri spa masih tutup, terutama di Jakarta sejak Maret 2020. Kalau bicara omset turun ada sebanyak 70 persen. Tapi masih ada bersyukur karena perawatan spa di luar Jakarta masih ada yang buka," kata Wulan Tilaar, di Jakarta, belum lama ini.
Wulan mengatakan, untuk mengantisipasinya, perawatan spa Martha Tilaar melakukan homecare. Mengunjungi dan memberikan perawatan ke rumah pelanggan. "Itu juga pelanggan ada yang mau dikunjungi dan tidak. Mereka masih belum mau menerima orang lain ke dalam rumah. Ini sangat challenge bagi kami," kata dia.