Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perluas Jangkauan, Kemenag Kenalkan Perpustakaan Islam Digital di CIBF Mesir
Advertisement . Scroll to see content

Mengintip Perpustakaan Digital yang Kekinian di SOS Children's Village

Sabtu, 03 November 2018 - 18:19:00 WIB
Mengintip Perpustakaan Digital yang Kekinian di SOS Children's Village
Perpustakaan digital (Foto: iNews.id/Vien)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Memasuki wilayah Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Anda akan melihat pemandangan kompleks rumah aman. Kompleks tersebut bernama SOS Children's Villages. Di kawasan itu, terdapat rumah-rumah berdinding bata merah. Tak jauh dari rumah, terdapat lapangan luas dengan pemandangan rumput hijau tempat biasa anak-anak bermain bola.

Tidak jauh dari rumah berdinding bata terdapat Taman Kanak-Kanak (TK) dan juga taman bermain outdoor. Inilah rumah aman bagi anak-anak yang tidak memiliki asuhan orangtua dan keluarga.

Di rumah ini terdapat anak-anak yatim piatu yang tidak memiliki orangtua. Tetapi SOS Children's Village memberikan semua itu, kasih sayang dan perhatian orangtua layaknya keluarga.

Direktur Nasional SOS Children's Villages Indonesia, Gregor Hadi Nitihardjo kepada iNews.id mengatakan, SOS Children's Village menjadi rumah bagi anak-anak. Mereka tinggal full di sini. Di sini, terdapat 15 rumah dengan masing-masing dihuni sebanyak 8-10 anak dan didampingi satu orangtua asuh.

"Anak yang tinggal di sini dari usia bayi hingga SMA. Anak-anak yang yang kehilangan pengasuhan orangtua dan keluarga. Di sini, mereka mendapatkan orangtua dan keluarga," kata Gregor Hadi Nitihardjo, di Cibubur Jakarta, belum lama ini.

Layaknya sebuah keluarga, mereka sekolah dan bermain. Bahkan, rumah aman ini menyediakan berbagai fasilitas lengkap, seperti internet dan perpustakaan digital. Siegwerk, salah satu produsen tinta cetak global untuk label dan kemasan melihat anak-anak SOS Children's Village membutuhkan perpustakaan digital yang kekinian.

Siegwerk pun mensponsori puluhan ribu Euro yang telah diinvestasikan berupa perangkat komputer baru, jaringan internet, peralatan presentasi interaktif yang canggih dan fasilitas konferensi video di sini.

Bahkan, sebanyak 15 rumah keluarga dilengkapi dengan komputer, akses internet dan jaringan ke perpustakaan. Ini akan memungkinkan para remaja untuk bekerja dan belajar dari rumah tanpa bergantung pada pusat komputer publik atau perpustakaan lagi.

"Perpustakaan digital yang baru dibuka juga akan berfungsi sebagai pusat pembelajaran komputer bagi mereka di SOS Jakarta yang membutuhkan pelatihan lebih lanjut. Seorang tenaga professional akan ditempatkan di SOS yang akan mengelola dan memelihara peralatan dan fasilitas baru untuk menjaga pendidikan digital tetap up-to-date," kata Herbert Forker, CEO di Siegwerk.

Gregor Hadi Nitihardjo menambahkan, zaman sekolah dulu pekerjaan rumah (PR) dibuat di buku. Tetapi, sesuai perkembangan teknologi, anak-anak zaman sekarang harus mengirim PR melalui email.

"Sementara, di sini laboratorium komputer sedikit dan terbatas. Dengan adanya internet dan perpustakaan digital sangat membantu anak-anak di sini. Jadi di rumah, mereka bisa akses internet," kata Gregor Hadi.

Tak hanya mendukung perpustakaan digital, Siegwerk juga membantu mengurangi angka pengangguran kaum muda di Indonesia melalui YouthCan. "Lebih dari 64 juta anak muda di seluruh dunia menganggur dan banyak lagi yang tidak memiliki penghasilan cukup untuk membangun kehidupan yang stabil dan mandiri. Program YouthCan dapat memberdayakan kaum muda, membantu mereka mempersiapkan menuju kemandirian," jelas Gregor Hadi.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut