Maudy Ayunda Dukung Kontribusi Perempuan Lestarikan Budaya
JAKARTA, iNews.id - Nama Maudy Ayunda tentu sudah sangat dikenal oleh masyarakat. Penyanyi yang masuk dalam daftar Forbes 30 under 30 Asia ini ternyata sangat peduli dalam pelestarian budaya bangsa.
Perempuan bertalenta ini tidak hanya terkenal karena kiprahnya di dunia seni peran, tetapi juga berprestasi di bidang akademik.
Dia menyelesaikan pendidikan S1 di Oxford Inggris dan kini tengah mengejar gelar jenjang S2 di Universitas Stanford, Amerika Serikat.
Maudy juga dikenal sebagai pemerhati isu mengenai emansipasi wanita serta pelestarian budaya Indonesia.
“Aku seneng belajar dan sekarang sedang sekolah S2. Suatu hari aku ingin berkarier di dunia yang memiliki ekspektasi banyak. Harus banyak memotivasi diri sendiri karena orang belum tentu percaya dan mungkin mereka beranggapan, ngapain perempuan sekolah tinggi," kata Maudy dalam live Instagram belum lama ini.
Maudy mengungkapkan, perempuan harus belajar agar bisa berpikir kritis. Tak hanya menyoal pendidikan bagi kaum perempuan, Maudy juga dikenal karena kepeduliannya terhadap budaya.
Salah satunya, dia digandeng sebagai salah satu model mewakili perempuan generasi muda untuk pemotretan buku “Kisah Kebaya” karya Didiet Maulana pada Januari 2021 lalu.
Maudy memberikan catatan dalam buku tersebut, Kebaya potret sejarah yang klasik, relevan serta bentuk solidaritas Perempuan Indonesia di setiap generasi. Maudy juga mengungkapkan rasa bangga karena menjadi bagian dari proyek pelestarian Budaya Indonesia.
Sementara itu, Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, perempuan Indonesia dibesarkan oleh budaya leluhur sehingga memiliki tekad untuk melestarikannya. Menurut Puan, setidaknya ada dua bentuk peran yang dilakukan perempuan sebagai benteng budaya.
“Pertama, sebagai agen budaya perempuan memiliki peran sentral dan berkontribusi besar dalam menciptakan sekaligus mempertahankan pelestarian produk kebudayaan yang ada dalam masyarakat,” kata Puan.
Menurut Puan yang pernah menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana ini, setiap perempuan harus memiliki kontribusi aktif dalam melestarikan budaya sebagai jati diri bangsa.
Kedua, kiprah perempuan dalam keluarga memiliki andil sangat berharga. Yakni selain memupuk nilai-nilai budaya kepada anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. “Keluarga merupakan titik awal kehidupan seseorang. Nilai-nilai yang ditanamkan dalam keluarga akan turut membimbing hidup seseorang sepanjang hidupnya. Harapan saya, setiap keluarga di Indonesia menjadi titik awal kecintaan rakyat Indonesia terhadap budaya bangsa," katanya.
Dia ingin, para generasi muda menyadari produk dan nilai kebudayaan dari berbagai daerah ialah bagian dari keindahan dan keunikan Indonesia yang harus dijaga bersama.
“Pada akhirnya, kita semua, baik perempuan maupun laki-laki, perlu sama-sama menjaga dan melestarikan kebudayaan Indonesia,” kata dia.
Editor: Vien Dimyati