Libur Lebaran ke Yogyakarta, Yuk Singgah ke Pasar Jadul di Bantul, seperti Ini Suasananya!
JAKARTA, iNews.id - Pesona keindahan alam yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta selalu menarik untuk dijelajahi. Terutama jika singgah ke kawasan Bantul, di sini Anda wajib singgah ke salah satu pasar jadulnya.
Tempat tersebut bernama Pasar Semi Kaki Langit. Pasar Semi Kaki Langit merupakan salah satu tempat wisata kuliner yang terletak di Jalan Mangunan, Cempuk, Mangunan, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penasaran ingin tahu seperti apa pasar jadul yang ada di Yogyakarta ini? Berikut ulasannya dirangkum pada Sabtu (15/4/2023).
Objek wisata ini tergolong baru, namun sudah sangat populer di kalangan wisatawan, baik dari Yogyakarta maupun dari luar daerah. Di pasar ini, Anda akan menemukan berbagai makanan tradisional Yogyakarta zaman dulu alias jadul, maupun kudapan Jawa lainnya, yang lezat dan menggugah selera, seperti uwoh, lotek, dan tiwul.
Pasar Semi Kaki Langit terletak di kawasan pegunungan Dlingo. Sudah tak perlu ditanyakan lagi suasana dan pemandangan yang ditawarkan dari tempat wisata ini. Pengunjung yang datang, bisa menikmati pemandangan hijau dari hutan-hutan yang ada di sekelilingnya, seperti Hutan Bengkung serta dapat berkunjung ke wisata bersejarah seperti makam Raja Mataram.
Selain itu, yang membuat wisata ini tampil unik adalah para pedagang dan petugas wisata pasar kaki langit menggunakan kostum lengkap adat Jawa. Suasananya terlihat kental akan nuansa Jawa.
Tak sekadar sensasi menikmati makan-makanan tradisional, pengunjung yang datang juga akan dihibur dengan berbagai pertunjukan seni yang menarik. Salah satunya adalah, ‘Gejog Lesung’.
Gejog Lesung merupakan salah satu kesenian tradisional yang menampilkan bagaimana masyarakat pada zaman dahulu menumbuk padi. Dalam pagelarannya, alat penumbuk padi atau lesung digunakan untuk menghasilkan instrumen musik yang diiringi dengan tembang musik.
Salah satu hal yang menarik dan berbeda dengan pasar ini adalah alat pembayarannya yang menggunakan koin kayu. Pengunjung perlu menukarkan uang mereka terlebih dahulu, sebelum mulai berburu kuliner. Di mana ide ini diketahui terinspirasi dari masa Majapahit.
Pasar Kaki Langit sebelum berganti nama adalah Pasar Semi, atau Setu Minggu yang artinya pasar ini hanya buka pada hari sabtu dan minggu saja.
Namanya kemudian diubah menjadi pasar Kaki Langit, melangkah untuk cita-cita yang tinggi. Terdapat 8 langkah yang dimaksud, yaitu rasa langit, budaya langit, karya langit, atap langit, langit terjal, langit ilalang, langit hijau, dan langit cerdas.
Pasar Semi Kaki Langit memiliki fasilitas yang cukup memadai bagi para pengunjung yang datang, sehingga pengalaman mengunjungi pasar ini akan lebih berkesan lagi.
Beberapa fasilitas yang ada di Pasar Semi Kaki Langit adalah gazebo untuk bersantai menikmati makanan dengan pemandangan yang menyejukkan mata dan jiwa, serta toilet umum.
Pasar Semi Kaki Langit, buka mulai pukul 6 pagi sampai 12 malam dan buka pada hari Sabtu dan Minggu saja. Bagi wisatawan yang penasaran dengan Pasar Semi Kaki Langit, dapat berkunjung tanpa dikenakan tiket masuk. Namun, bagi yang membawa kendaraan, dikenakan uang parkir sebesar Rp2.000 dan Mobil Rp5.000 saja, sangat terjangkau bukan!
Editor: Vien Dimyati