Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penumpang WNA Whoosh Terus Melonjak, Terbanyak Negara Mana?
Advertisement . Scroll to see content

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia 2025 Tembus 15,39 Juta

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:54:00 WIB
Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia 2025 Tembus 15,39 Juta
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sepanjang 2025 mencapai 15,39 juta. (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sepanjang 2025 mencapai 15,39 juta kunjungan. Capaian tersebut menjadi sinyal kuat kebangkitan sektor pariwisata nasional yang semakin kompetitif di tingkat global.

Lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara itu turut mendorong jumlah perjalanan wisata di dalam negeri menembus 1,2 miliar perjalanan. Adapun rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara tercatat mencapai 1.267 dolar Amerika Serikat, yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata.

Sektor ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Sepanjang 2025, pariwisata menyerap 25,91 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia.

“Sepanjang tahun 2025, pariwisata Indonesia menunjukkan momentum positif serta kinerja yang semakin kuat dan memberikan optimisme bagi arah pembangunan pariwisata nasional ke depan,” ujar Widiyanti dalam acara Seleksi Bersama Masuk Politeknik Pariwisata Tahun 2026, Rabu (11/2/2026).

Dia menyebut, peningkatan tersebut terlihat dari bergesernya tren utama wisata di Indonesia. Dalam Indonesian Tourism Outlook 2025 dan 2026, terdapat enam tren utama yakni cultural immersion, eco-friendly tourism, nature and adventure tourism, culinary tourism, wellness tourism, serta leisure atau business leisure dan MICE.

“Enam tren ini ini mencerminkan pergeseran referensi wisatawan global yang semakin mengutamakan pengalaman yang personal berkelanjutan dan bernilai. Tren-tren tersebut akan membentuk arah pengalaman berwisata ke depan sehingga perlu diantisipasi dan dikelola secara cermat,” ucapnya.

Menurut Widiyanti, fokus utama pemerintah saat ini adalah mendorong pariwisata berkualitas sebagai kunci menarik dan menumbuhkan jumlah wisatawan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas destinasi sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

“Pendekatan ini memastikan destinasi pariwisata Indonesia tetap terjaga kualitasnya sekaligus memiliki daya saing yang kuat,” cetus Widiyanti.

Menanggapi tren tersebut, dia menjelaskan Kementerian Pariwisata telah menyiapkan lima program unggulan pada 2026. Program pertama adalah peningkatan sumber daya manusia serta penguatan standarisasi keselamatan wisatawan.

“Di saat yang sama, standar keselamatan usaha pariwisata terus diperkuat melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga serta penyediaan informasi perjalanan yang jelas dan terpercaya bagi wisatawan,” jelas Widiyanti.

Program kedua berfokus pada pengembangan dan penguatan desa wisata sebagai motor pertumbuhan ekonomi lokal. Pemerintah akan meningkatkan kualitas produk, kelembagaan, serta kesiapan destinasi agar desa wisata semakin kompetitif dan berkelanjutan.

“Desa wisata terus didorong sebagai motor pertumbuhan ekonomi lokal dan pemerataan pembangunan fokus diarahkan pada peningkatan kualitas produk, kelembagaan dan kesiapan destinasi agar desa wisata semakin kompetitif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selanjutnya, pemerintah akan mengkurasi serta mempromosikan paket wisata tematik seperti gastronomi, wellness, bahari, desain, seni, dan wisata ramah muslim. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat diferensiasi dan daya tarik Indonesia.

“Yang keempat, penguatan event by Indonesia terus dilakukan dengan menampilkan identitas unik Indonesia sebagai strategi menciptakan dampak ekonomi dalam waktu yang relatif singkat sekaligus memperkuat citra destinasi nasional,” katanya

Adapun langkah kelima adalah transformasi digital melalui konsep Tourism 5.0 dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) bernama MAYA atau meticulous artificial intelligence of Indonesia. Teknologi ini mulai diintegrasikan dalam platform Indonesia Travel untuk memperkuat ekosistem event berbasis digital.

“Maya atau meticulous artificial intelligence of Indonesia mulai diintegrasikan dalam platform digital pariwisata yaitu Indonesia travel. Dan pada tahun ini penguatan diarahkan pada pengembangan ekosistem event berbasis digital,” ujarnya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut