Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 5 Aktivitas Seru di Batam untuk Menghabiskan Waktu Bersama Teman
Advertisement . Scroll to see content

Inikah Istana Kecil di Yogya selain Keraton Ngayogyakarta? Ternyata Masih Simpan Warisan Para Pangeran 

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 11:40:00 WIB
Inikah Istana Kecil di Yogya selain Keraton Ngayogyakarta? Ternyata Masih Simpan Warisan Para Pangeran 
Mengenal Puro Pakualaman (Foto: Instagram @jonherdioko)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pesona yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta selalu menarik untuk diketahui. Apalagi Yogyakarta masih memegang tradisi kesultanan dan adat istiadat yang masih kental.

Jika menyambangi Yogyakarta, mungkin Keraton menjadi tempat yang wajib dikunjungi. Sudah menjadi hal umum jika  Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sangat populer di kalangan wisatawan.

Namun, di sini tidak hanya ada Keraton Ngayogyakarta saja. Ada istana kecil lainnya yang perlu Anda ketahui. Istana kecil ini memiliki nilai sejarah serta tradisi yang kuat di dalamnya. Istana kecil tersebut bernama Puro Pakualaman.

Jika Sri Sultan Hamengkubuwono X menempati Keraton Ngayogyakarta, maka Puro Pakulaman menjadi tempat KGPAA Paku Alam X. Keduanya pun diketahui baru dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY.

Pada 1813 hingga 1950, istana kecil Kadipaten Pakualaman ini ditempati oleh para pengeran Pakualaman.

Penasaran, seperti apa istana lain dari Yogyakarta selain Keraton Ngayogyakarta? Yuk intip fakta Puro Pakualaman, istana lain dari Yogyakarta yang bersejarah ini. Dirangkum pada Sabtu (15/10/2022).

1. Sejarah Puro Pakualaman

Pada 1813 hingga 1950, istana kecil Kadipaten Pakualaman ini ditempati oleh para pangeran Pakualaman. Puro Pakualaman mirip seperti Keraton Yogyakarta, yang membedakan adalah ukurannya yang lebih kecil.

Di depan istana yang menghadap ke selatan ini, terdapat lapangan yang disebut Alun-Alun Sewandanan. Di sebelah barat dayanya, terdapat Masjid Besar Pakualaman. Di dalamnya ada mimbar dan maksura, yakni tempat khusus Pangeran Paku Alaman.

Pada awalnya, Puro Pakualaman adalah lembaga yang mengurus raja dan keluarganya selama menjadi pusat pemerintahan Kadipaten Paku Alam. Kemudian, pada 1950, Kadipaten Puro Paku Alaman dan Keraton Yogyakarta diubah setingkat provinsi menjadi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sejak saat itu pula, Puro Paku Alaman menjadi Lembaga Pemangku Adat, dipisahkan dari Pemerintah Daerah Istimewa dan dihilangkan dari kepentingan politik. Puro Pakualaman berfungsi menjadi pelindung dan penjaga identitas budaya Jawa, khususnya budaya Paku Alaman, Yogyakarta.

2. Memiliki luas 5,4 hektare

Kompleks Puro Pakualaman terdiri dari rangkaian bangunan menyatu yang dikelilingi tembok seluas 5,4 hektare. Di Puro Pakualaman terdapat alun-alun, masjid, dan pasar di sana. Selain itu, ada pula permukiman untuk penduduk, dalem-dalem, dan fasilitas lainnya. Konon, tempat ini dikelilingi benteng baluwerti yang tak berujung, terbukti dengan adanya tembok setebal dua meter di sisi utara Jalan Sultan Agung.

3. Bagian Bangunan di Puro Pakualaman

Memasuki istana ini, terdapat Alun-alun Sewandanan yang di tengahnya terdapat pohon beringin, kemudian ada gerbang utama yang disebut Regol Danawara. Pada fasad pintu gerbang tersebut terdapat tulisan angka tahun yang bertuliskan 7-8-1884 yang menandai waktu pembangunan regol.

Setelah memasuki pintu gerbang utama, terdapat taman yang dikelilingi bangunan inti, di antaranya Pendhapa Sewatama, Dalem Ageng Prabasuyasa, Bangsal Sewarengga, Gedhong Maeracaka, Bangsal Parangkarsa, dan Gedhong Purworetno.

Bangunan-bangunan tersebut sebagian berfungsi sebagai gedhong perkantoran, musem serta tempat seremonial yang berfungsi sebagai bangunan penunjang kegiatan dari Sri Pakualam dan keluarga.

4. Warisan para pangeran di museum Puro Pakualaman

Museum merupakan bagian yang dapat dikunjungi secara umum. Museum Puro Pakualaman adalah museum khusus yang menggambarkan sejarah, budaya, dan sistem pemerintahan Kadipaten Pakualaman. 

Di dalam museum ini, terdapat warisan yang dapat disaksikan oleh masyarakat umum. Di antara koleksinya adalah terjemahan perjanjian politik sebagai dasar berdirinya Kadipaten Paku Alaman serta berbagai perjanjian politik lainnya. Selain itu terdapat beberapa pusaka kerajaan (royal heirlooms) seperti singgasana KGPA Paku Alam I, payung kebesaran Songsong Bharad, serta Songsong Tunggul Naga, Senjata tombak trisula, pakaian kebesaran, serta kereta kuda yang menjadi kendaraan resmi para Pangeran Paku Alam. Ragam foto bersejarah juga dapat Anda jumpai di sini.

5. Lokasi Puro Pakualaman

Istana ini diapit oleh jalan umum di sisi utara (Jl. Purwanggan), timur (Jl. Harjono), dan selatan (Jl. Sewandanan). Lokasinya berada di jalan Masjid No.46, Gunungketur, Pakualaman, Kota Yogyakarta. Lokasi ini sebenarnya masih berada di sekitaran pusat kota Yogyakarta, sehingga masih sangat dikenal masyarakat.

Pura Pakualaman menghadap ke selatan, berbeda dengan Keraton yang menghadap ke utara. Sebagai suatu pusat pemerintahan, Pura Pakualaman juga dilengkapi dengan alun-alun di sebelah selatan, masjid di sebelah barat daya, dan pasar di sebelah tenggara.

Istana kecil ini masih bisa dikunjungi wisatawan setiap hari. Dibuka pukul 08.00 WIB - 17.00 WIB untuk istananya. Sedangkan untuk museum dibuka hanya Selasa, Kamis dan Minggu mulai pukul 09.00 WIB - 13.30 WIB.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut