Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Layanan Bedah Estetika Kelas Dunia Ada di KEK Kesehatan Sanur, Ini Faktanya!
Advertisement . Scroll to see content

Health Tourism Bali Naik Level, SDM dan Fasilitas Internasional Jadi Andalan!

Minggu, 03 Mei 2026 - 12:55:00 WIB
Health Tourism Bali Naik Level, SDM dan Fasilitas Internasional Jadi Andalan!
ilustrasi health tourism di KEK Sanur, Bali. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

BALI, iNews.id - Pariwisata kesehatan atau health tourism di Bali kian menunjukkan geliatnya. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur kini mulai diposisikan sebagai pusat layanan kesehatan terpadu berstandar internasional, seiring masuknya kolaborasi antara dunia akademik, industri, dan fasilitas medis global.

Langkah terbaru datang dari Universitas Udayana yang menggandeng InJourney Hospitality bersama sejumlah fasilitas kesehatan internasional di kawasan tersebut. Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada layanan medis, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan.

Rektor Universitas Udayana, I Ketut Sudarsana, menilai sinergi ini membuka ruang pembelajaran yang lebih luas bagi mahasiswa dan tenaga kesehatan. Dia menyebut keterlibatan langsung dengan praktisi global akan mempercepat peningkatan kompetensi klinis di dalam negeri.

"Mahasiswa dan tenaga medis tidak hanya belajar teori, tapi juga langsung terpapar praktik terbaik dari level internasional. Ini penting untuk menjawab kebutuhan sektor kesehatan yang terus berkembang," ujar dia dalam keterangan resminya, Minggu (3/5/2026).

InJourney Hospitality terus mengembangkan KEK Sanur sebagai health tourism di Bali. (Foto: Istimewa)
InJourney Hospitality terus mengembangkan KEK Sanur sebagai health tourism di Bali. (Foto: Istimewa)

Di sisi lain, pengelola kawasan melihat kolaborasi ini sebagai fondasi penting dalam membangun ekosistem health tourism. Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, menekankan bahwa KEK Sanur bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan pusat pertukaran pengetahuan kesehatan lintas negara.

Menurut dia, keberadaan fasilitas seperti Bali International Hospital, The Solitaire Clinic, hingga Alster Lake Clinic menjadi daya tarik tersendiri dalam membangun kepercayaan pasar global.

"Kalau ingin bersaing di health tourism, kualitas SDM tidak bisa ditawar. Justru itu yang menjadi pembeda utama," kata dia.

Konsep yang diusung di Sanur juga tidak berhenti pada layanan medis konvensional. Sejumlah klinik menghadirkan pendekatan wellness seperti terapi regeneratif, estetika medis, hingga pencegahan penyakit berbasis sains. Hal ini sejalan dengan tren global, di mana wisatawan tidak hanya mencari pengobatan, tetapi juga pengalaman pemulihan kesehatan secara menyeluruh.

Direktur PT Pertamedika Bali Hospital, Yeo Sheng Ming Noel, menyebut fasilitas kesehatan di kawasan ini dirancang sebagai pusat layanan sekaligus pembelajaran. Dia menilai integrasi antara layanan medis dan pendidikan akan mempercepat lahirnya tenaga kesehatan yang siap bersaing secara global.

"Rumah sakit tidak lagi berdiri sendiri. Dia menjadi bagian dari ekosistem yang lebih besar, termasuk pendidikan dan riset," ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan perwakilan klinik internasional di kawasan tersebut. Mereka melihat Bali memiliki potensi besar sebagai pusat layanan kesehatan berbasis inovasi, terutama dengan dukungan kolaborasi lintas sektor.

Dengan berbagai pengembangan ini, KEK Sanur diproyeksikan menjadi episentrum baru health tourism di Indonesia. Selain menarik pasien mancanegara, kawasan ini juga diharapkan mampu menekan angka masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri.

Jika konsisten dikembangkan, bukan tidak mungkin Bali akan sejajar dengan destinasi wisata medis global lainnya di Asia. Seperti disampaikan Christine, ambisi tersebut bukan sekadar wacana, melainkan target jangka panjang yang sedang dibangun secara bertahap.

"Dari Sanur, kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjadi pemain utama di peta kesehatan dunia," ujarnya.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut