Dibuka Besar-Besaran! Kampus Pariwisata Kemenpar Siapkan 3.610 Kursi
JAKARTA, iNews.id – Peluang emas bagi generasi muda yang ingin berkarier di industri pariwisata kini terbuka lebar. Kementerian Pariwisata resmi membuka penerimaan mahasiswa baru Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Tahun Akademik 2026/2027 dengan total kuota mencapai 3.610 mahasiswa.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul untuk menghadapi era baru pariwisata berbasis teknologi atau Tourism 5.0.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan bahwa masa depan pariwisata Indonesia tidak hanya ditentukan oleh keindahan destinasi, tetapi juga kualitas manusia yang mengelolanya.
"Daya saing sektor pariwisata ke depan tidak hanya bergantung pada destinasi, tetapi juga pada kualitas layanan, pengalaman wisatawan, serta kemampuan industri dalam beradaptasi dengan perubahan global," ujarnya dalam sambutan secara daring, belum lama ini.
Optimisme pemerintah bukan tanpa alasan. Sepanjang 2025, sektor pariwisata menunjukkan lonjakan signifikan. Kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 15,39 juta orang, sementara perjalanan wisatawan nusantara menembus angka fantastis, yakni 1,2 miliar perjalanan.
Tak hanya itu, rata-rata pengeluaran wisatawan asing mencapai 1.267 dolar AS per kunjungan. Dampaknya, sektor ini berhasil menyerap hampir 26 juta tenaga kerja, menjadikannya salah satu tulang punggung ekonomi nasional.
Melihat tren ini, pemerintah menilai kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor pariwisata akan terus meningkat.
Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru Poltekpar 2026/2027, Herry Rachmat Widjaja, menjelaskan total kuota 3.610 mahasiswa tersebar di enam Politeknik Pariwisata milik pemerintah, yakni Medan, Palembang, Bandung, Bali, Lombok, dan Makassar.
Dari total tersebut, sebanyak 60 persen atau 2.166 kursi dibuka melalui jalur Seleksi Bersama Masuk (SBM), sedangkan 40 persen atau 1.444 kursi melalui jalur Seleksi Mandiri.
Sebanyak 41 program studi tersedia, mulai dari perhotelan, manajemen destinasi wisata, kuliner, hingga bidang pariwisata berbasis teknologi.
Peminatnya diprediksi membludak. Target pendaftar SBM tahun ini mencapai 3.791 orang atau sekitar 175 persen dari total kuota yang tersedia.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini Mohamad Paham, menegaskan seleksi ini dirancang untuk menjaring talenta terbaik yang siap memperkuat industri pariwisata nasional.
Menurutnya, Poltekpar bukan sekadar tempat kuliah, tetapi menjadi jalur cepat untuk mencetak tenaga profesional yang siap kerja dan memahami kebutuhan industri global.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti menekankan bahwa industri pariwisata masa depan membutuhkan SDM yang tidak hanya terampil, tetapi juga mampu menguasai teknologi, membaca tren wisatawan, dan memahami prinsip keberlanjutan.
"Proses pembelajaran dan penguatan kompetensi yang dijalani akan menjadi bekal penting untuk menjawab kebutuhan industri pariwisata masa depan," katanya.
Dengan lonjakan sektor pariwisata dan transformasi menuju Tourism 5.0, Poltekpar kini menjadi salah satu pintu strategis bagi generasi muda yang ingin terjun langsung ke industri yang terus berkembang pesat ini.
Editor: Muhammad Sukardi