Desain dan Kreativitas Anak Indonesia Siap Unjuk Gigi di Kancah Global
JAKARTA, iNews.id - Indonesia kembali menunjukkan kiprahnya dalam industri kreatif global. Desain dan destinasi menarik dari Tanah Air kian mencuri perhatian dunia, menghadirkan perpaduan unik antara kekayaan budaya lokal dan sentuhan inovasi modern.
Berbagai karya anak bangsa, mulai dari desain arsitektur, hingga produk kreatif berbasis kearifan lokal, mampu bersaing di panggung internasional. Tidak hanya mengandalkan estetika, karya-karya tersebut juga membawa cerita kuat tentang identitas dan tradisi Indonesia yang autentik.
Di sisi lain, destinasi wisata Indonesia terus berkembang menjadi magnet global. Keindahan alam yang memukau dipadukan dengan konsep kreatif hingga instalasi seni modern, menjadikan pengalaman berbeda.
Fenomena ini menunjukkan Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki sumber daya manusia kreatif yang mampu mengolah potensi menjadi karya bernilai tinggi. Kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, dan komunitas menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan sektor ini secara berkelanjutan.
Terus berkembangnya inovasi dan kreativitas, Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat industri kreatif dunia yang patut diperhitungkan. Komitmen tersebut tercermin melalui partisipasi Indonesia Design District (IDD) PIK2 dalam ajang pameran desain internasional bergengsi Salone del Mobile yang akan digelar di Milan, Italia, pada 21–26 April 2026.
Sebagai salah satu pameran furniture dan desain terbesar di dunia, Salone del Mobile menjadi titik temu para desainer, arsitek, brand, hingga pelaku industri kreatif dari berbagai negara. Ajang tahunan ini dikenal sebagai platform strategis untuk menampilkan inovasi, eksplorasi material, serta tren terkini dalam dunia desain dan arsitektur interior.
Dalam partisipasinya, IDD PIK2 menghadirkan booth kolaboratif bertajuk IDD Pavilion dengan tema House of Indonesia. Konsep ini mengangkat narasi ekosistem desain terintegrasi yang menghubungkan berbagai elemen dalam industri desain nasional, mulai dari desainer, brand, manufaktur, hingga komunitas kreatif.
Kehadiran ini sekaligus menandai peran IDD sebagai representasi sektor swasta Indonesia dalam memperkenalkan kekayaan kreativitas Tanah Air kepada audiens internasional. IDD Pavilion menampilkan karya para desainer Indonesia yang dikurasi oleh desainer kenamaan Alvin Tjitrowirjo.
Kurasi ini menghadirkan beragam produk yang merepresentasikan pendekatan desain kontemporer Indonesia, tidak hanya dari sisi estetika, tapi juga dari aspek identitas, material, dan proses kreatif yang berkembang di dalam negeri.
"Partisipasi ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan desain khas Indonesia. Lewat IDD Pavilion, kami ingin memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki ekosistem yang mampu berpikir secara konseptual, merancang dengan kuat, dan mewujudkannya dalam kualitas yang siap bersaing di panggung global," ujar Alvin Tjitrowirjo dalam keterangan persnya dilansir Senin (13/4/2026).
Desain interior booth IDD Pavilion dirancang oleh Santi Alaysius, pendiri Domisilium Studio. Dia dikenal melalui pendekatan desain yang menekankan eksplorasi ruang, material, serta narasi visual yang kuat. Dalam rancangan booth tersebut, Santi menghadirkan interpretasi ruang yang mencerminkan semangat kolaborasi dan dinamika ekosistem desain Indonesia.
Selain melalui IDD Pavilion, kehadiran Indonesia juga diperkuat dengan partisipasi sejumlah desainer dalam SaloneSatellite, bagian dari Salone del Mobile yang didedikasikan bagi desainer muda dari berbagai negara. Beberapa nama yang turut ambil bagian antara lain Studio Banda, Zulyo Kumara, dan Cynthia Margaret. Dalam konteks ini, IDD turut memberikan dukungan dengan membantu proses ekspedisi karya para desainer ke Milan sebagai upaya memperluas eksposur global.
Partisipasi IDD dalam ajang internasional ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik dalam maupun luar negeri, di antaranya Kementerian Ekonomi Kreatif (EKRAF), Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Indonesia Design Development Centre (IDDC), Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Milan, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Roma.
CEO IDD PIK2, Ipeng Widjojo menyebutkan keikutsertaan ini menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan Indonesia sebagai ekosistem desain yang kolaboratif dan terintegrasi. "IDD Pavilion menjadi cara kami memperkenalkan Indonesia sebagai ekosistem desain yang terintegrasi dan kolaboratif. Melalui Salone del Mobile, kami berharap karya para desainer Indonesia dapat semakin dikenal dan terhubung dengan industri desain global," katanya.
Dukungan serupa disampaikan Direktur Arsitektur Design Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf), Sabar Norma Megawati Pandjaitan. dia menilai ajang ini sebagai peluang penting bagi desainer furnitur Indonesia menampilkan karya khas Indonesia di tingkat global.
"Yang pasti kami mendukung kegiatan ini dimana lewat kegiatan ini kita berharap ekonomi kreatif kita bisa dilihat dunia dan nantinya bisa dijual keluar negeri yang tentunya menambah penghasilan para pelaku ekonomi kreatif di Indonesia dan nama Indonesia sendiri jadi terus harum," ujarnya.
Melalui kehadiran IDD Pavilion di Salone del Mobile 2026, Indonesia tidak hanya tampil sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem desain global. Partisipasi ini diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi baru, memperluas jaringan internasional, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan kreatif di kancah dunia.
Editor: Dani M Dahwilani