Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mendaki Bukit Peramun: Menyambut Senja Indah dan Menyapa Primata Mungil di Jantung Belitung
Advertisement . Scroll to see content

Bukit Peramun Tawarkan Sensasi Hutan yang Indah, Turis Malaysia dan Singapura Dibidik!

Jumat, 05 Juni 2026 - 11:56:00 WIB
Bukit Peramun Tawarkan Sensasi Hutan yang Indah, Turis Malaysia dan Singapura Dibidik!
Bukit Peramun yang indah. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

BELITUNG, iNews.id – Saat berbicara tentang Belitung, banyak wisatawan langsung teringat pantai berpasir putih dan batu granit raksasa yang menjadi ikon pulau tersebut. Namun, ada destinasi lain yang menawarkan pengalaman berbeda, yakni Bukit Peramun.

Bukit Peramun merupakan kawasan ekowisata yang mengandalkan keindahan hutan alami sebagai daya tarik utama. Destinasi yang dikelola masyarakat setempat ini kini mulai membidik pasar wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia dan Singapura.

Upaya tersebut dilakukan dengan memperkenalkan langsung pesona Bukit Peramun kepada pelaku industri pariwisata dari kedua negara melalui kegiatan familiarization trip. Seperti apa keseruannya?

Berbeda dari destinasi wisata pantai yang mendominasi Belitung, Bukit Peramun menawarkan pengalaman menjelajahi kawasan hutan konservasi yang masih terjaga. Jalur trekking yang membelah hutan, udara segar, serta beragam flora endemik menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi lain Pulau Belitung.

Momen wisatawan menikmati Bukit Peramun di Belitung. (Foto: Istimewa)
Momen wisatawan menikmati Bukit Peramun di Belitung. (Foto: Istimewa)

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan Bukit Peramun memiliki peluang besar untuk menarik wisatawan internasional yang menyukai wisata alam dan berkelanjutan.

"Dengan menyuguhkan panorama hutan alami yang masih asri, kami percaya desa ini memiliki potensi tinggi di pasar internasional apabila didukung dengan akses dan promosi yang tepat," ujar Hera dalam keterangan resminya, Jumat (5/6/2026).

Bukit Peramun telah dikelola oleh Kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKm) Arsel sejak 2006. Seiring berjalannya waktu, kawasan ini berkembang menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat yang menggabungkan konservasi lingkungan dengan aktivitas wisata.

Selama kunjungan, peserta diajak menyusuri jalur trekking sambil mengenal berbagai tanaman herbal dan flora khas Belitung. Pengunjung juga dapat memanfaatkan aplikasi Virtual Assistance & Kenali Pohon (KePo) yang membantu mengenali berbagai jenis tumbuhan yang ditemukan di sepanjang perjalanan.

Petualangan berlanjut menuju sejumlah titik favorit seperti Batu Kembar, Batu Ampar, dan puncak Bukit Peramun. Dari lokasi tersebut, wisatawan dapat menikmati panorama alam Belitung dari ketinggian sekaligus menyaksikan keindahan matahari terbenam.

Tak hanya itu, pengalaman wisata juga dilengkapi dengan sajian kopi dan kuliner lokal khas Belitung. Saat malam tiba, wisatawan berkesempatan mengikuti pengamatan tarsius, satwa endemik yang menjadi salah satu ikon ekowisata di daerah tersebut.

Data pengelola menunjukkan minat wisatawan terhadap Bukit Peramun terus meningkat. Jumlah wisatawan mancanegara tercatat naik dari 387 orang pada 2023 menjadi 485 orang pada 2025. Sementara wisatawan domestik meningkat dari 1.356 orang pada 2024 menjadi 1.648 orang pada 2025.

Hera berharap pengenalan destinasi kepada pelaku industri pariwisata Malaysia dan Singapura dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas untuk mendatangkan wisatawan asing ke Belitung.

"Melalui program ini, kami harap dapat membuka peluang kolaborasi yang mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat tanpa mengesampingkan aspek konservasi dan pelestarian lingkungan," katanya.

Dengan kombinasi wisata hutan, edukasi lingkungan, teknologi digital, hingga pengamatan satwa endemik, Bukit Peramun menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin melihat sisi lain Belitung.

Tak hanya menjadi alternatif dari wisata pantai, destinasi ini juga berpotensi menjadi magnet baru bagi turis dari Malaysia, Singapura, dan negara lainnya. Tertarik datang berwisata ke sini?

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut