Intip Harga Sembako Jelang Ramadan? Stabilitas Pangan Dinilai Terjaga
JAKARTA, iNews.id – Bagaimana harga sembako jelang Ramadan 1447 Hijriah? Berdasarkan pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per Kamis (12/2/2025), sejumlah komoditas utama seperti beras, daging sapi, ayam ras, cabai, dan bawang merah tidak mengalami lonjakan signifikan. Kondisi ini berbeda dengan tren tahun-tahun sebelumnya yang biasanya mengalami kenaikan tajam menjelang Ramadan.
Ketua Umum Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera), Don Muzakir menilai stabilitas harga pada momentum krusial seperti ini menjadi indikator positif terhadap ketersediaan pasokan dan daya beli masyarakat. Dia menyebut situasi di lapangan terpantau cukup kondusif.
“Kami melihat situasi di lapangan cukup kondusif. Biasanya mendekati Ramadan harga sudah bergerak naik cukup tajam, namun tahun ini relatif terkendali. Ini menjadi sinyal baik bagi stabilitas ekonomi rakyat, khususnya pelaku usaha kecil dan konsumen,” ujar Don Muzakir dalam keterangan pers dilansir Jumat (13/2/2026).
Menurutnya, keberhasilan menjaga stabilitas harga tidak lepas dari kombinasi kebijakan pemerintah yang lebih terukur. Mulai dari intervensi pasar melalui operasi pangan, distribusi cadangan beras pemerintah, hingga penguatan koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.
Dia menyoroti penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dinilai efektif menahan tekanan harga di tingkat konsumen. Program tersebut dinilai membantu menjaga harga tetap dalam batas wajar di tengah peningkatan permintaan menjelang Ramadan.
“Penyaluran SPHP sangat terasa dampaknya di pasar. Selain itu, sinkronisasi data stok antar daerah juga membuat distribusi lebih presisi. Pemerintah terlihat lebih siap tahun ini, memastikan pasokan tersedia sebelum permintaan melonjak,” katanya.
Don juga menekankan pentingnya pengawasan rantai pasok untuk mencegah spekulasi harga dan penimbunan barang. Dia menyebut penguatan peran Satgas Pangan dan digitalisasi pemantauan distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasar.
“Koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, Bulog, hingga pelaku distribusi berjalan cukup baik. Ini membuat ruang spekulasi semakin sempit. Ketika pasokan aman dan distribusi lancar, harga otomatis lebih stabil,” ucapnya.
Lebih lanjut, PAPERA berharap tren positif ini dapat dipertahankan hingga puncak Ramadan dan Idulfitri. Konsumsi masyarakat biasanya meningkat tajam pada periode tersebut sehingga stabilitas harga menjadi kunci menjaga ketenangan sosial.
“Kami optimistis jika pola intervensi seperti ini konsisten, maka gejolak harga bisa ditekan. Stabilitas pangan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal ketenangan sosial masyarakat dalam menjalankan ibadah Ramadan,” kata Don.
Berdasarkan data PIHPS, harga beras medium secara nasional masih berada dalam rentang stabil. Sementara komoditas hortikultura seperti bawang merah dan cabai merah menunjukkan fluktuasi ringan namun tetap dalam batas wajar, dan pemerintah disebut terus memantau harga harian hingga memasuki masa Lebaran.
Editor: Dani M Dahwilani