Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : KUR BRI Ubah Salad Umma Jadi Ladang Belajar Mahasiswa, Anak Kampus Turun ke Bazar
Advertisement . Scroll to see content

Bukan Sekadar Belanja, Bazar Fashion Kini Jadi Ruang Bertumbuh bagi Perempuan

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:25:00 WIB
Bukan Sekadar Belanja, Bazar Fashion Kini Jadi Ruang Bertumbuh bagi Perempuan
Ilustrasi bazar fashion digunakan sebagai komunitas perempuan untuk tumbuh. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Akhir pekan identik dengan agenda berburu koleksi fashion terbaru di berbagai bazar yang digelar di Jakarta. Namun belakangan, fungsi acara semacam ini mulai bergeser. 

Ya, pengunjung tidak lagi datang hanya untuk berbelanja, tetapi juga mencari inspirasi, memperluas jaringan pertemanan, hingga mengikuti diskusi yang relevan dengan kehidupan mereka.

Perubahan tren tersebut terlihat dari semakin banyaknya bazar fashion yang menggabungkan pengalaman berbelanja dengan kegiatan komunitas dan pengembangan diri. Konsep ini dinilai lebih dekat dengan kebutuhan perempuan masa kini yang menginginkan ruang untuk belajar, berbagi cerita, sekaligus mendukung sesama pelaku usaha lokal.

Bazar fashion jadi ruang tumbuh bersama. (Foto: Istimewa)
Bazar fashion jadi ruang tumbuh bersama. (Foto: Istimewa)

Di tengah tren tersebut, HER ERA Volume 3 yang berlangsung di The Brickhall, Fatmawati City Center, Jakarta Selatan, menjadi salah satu contoh bagaimana bazar berkembang menjadi ruang interaksi yang lebih luas. Apa alasannya? 

Selama tiga hari penyelenggaraan, acara ini menghadirkan puluhan merek lokal dari kategori fashion, aksesori, perhiasan, tas, sepatu, hingga produk kecantikan.

Namun daya tariknya tidak hanya terletak pada deretan tenant yang berpartisipasi. Pengunjung juga disuguhkan berbagai sesi diskusi yang membahas topik seputar bisnis, personal branding, pengelolaan keuangan, media sosial, hingga pengalaman perempuan dalam membangun karier dan usaha.

Fenomena ini menunjukkan bahwa aktivitas berbelanja kini semakin berkaitan dengan kebutuhan akan koneksi dan komunitas. Di tengah era digital yang serba cepat, banyak perempuan justru mencari ruang pertemuan yang memungkinkan mereka bertukar pengalaman secara langsung.

Pendiri HER ERA, Eva Alicia, mengatakan konsep tersebut lahir dari pengalamannya sebagai pelaku usaha yang kesulitan menemukan bazar yang sesuai dengan karakter brand sekaligus memiliki nilai komunitas yang kuat.

"Lebih dari sekadar bazaar, HER ERA Vol. 3: The Philosophy adalah perayaan atas mimpi, keberanian, kreativitas, dan kekuatan perempuan untuk terus bertumbuh bersama," ujar Eva dalam keterangan resminya, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, perempuan saat ini tidak hanya membutuhkan wadah untuk memasarkan produk, tetapi juga ruang yang dapat mendorong kolaborasi dan pengembangan diri. Karena itu, elemen edukasi dan komunitas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan acara.

Hal serupa disampaikan Theo Derick dari Byte Project. Dia melihat bazar modern tidak lagi hanya menjadi tempat transaksi antara penjual dan pembeli, melainkan juga sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman.

"Tidak hanya sekadar bazar, tetapi juga menjadi ruang berbagi cerita dan pengalaman yang dapat mendukung sesama perempuan," kata Theo.

Tren tersebut sejalan dengan berkembangnya minat masyarakat terhadap produk lokal. Banyak pengunjung kini lebih tertarik membeli produk yang memiliki cerita, identitas, dan kedekatan dengan pembuatnya. Interaksi langsung dengan pemilik brand menjadi nilai tambah yang sulit ditemukan saat berbelanja secara daring.

Selain menghadirkan ruang bagi brand yang telah berkembang, acara semacam ini juga mulai memberi kesempatan kepada usaha kecil untuk tampil di hadapan pasar yang lebih luas. Salah satunya melalui program beasiswa tenant yang memberikan fasilitas booth gratis bagi UMKM terpilih yang dinilai memiliki potensi untuk berkembang.

Tidak hanya mengangkat aspek bisnis dan kreativitas, penyelenggara juga memasukkan unsur kepedulian sosial. Sebagian hasil penjualan tiket disalurkan untuk mendukung perempuan yang tengah menghadapi berbagai tantangan kehidupan melalui kolaborasi dengan organisasi sosial.

Perpaduan antara fashion, komunitas, edukasi, dan aksi sosial menunjukkan bahwa bazar masa kini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar destinasi belanja akhir pekan. Bagaimana menurut Anda?

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut