Semburan Radio Cepat Berulang Kejutkan Peneliti, Ini Alasannya
JAKARTA, iNews.id - Semburan radio cepat (FRB) yang berulang adalah salah satu misteri yang langka dan baru di alam semesta. Penemuan terbaru dari repeater mengacaukan pemahaman para astronom yang berkembang tentang kilatan energi terang dari luar angkasa yang berlangsung hanya beberapa milidetik.
Ratusan FRB telah terlihat di langit selama 15 tahun terakhir, dengan sebagian besar hanya terdeteksi sekali. Tetapi sebagian kecil dari ledakan telah diamati berulang, memungkinkan para astronom untuk melacak lebih dari 20 FRB kembali ke asalnya.
Salah satu penemuan terbaru adalah FRB 20200120E, yang diikuti oleh para ilmuwan kembali ke gugus bola bintang kuno di Galaksi Bode dan konstelasi Ursa Major yang terkenal, juga dikenal sebagai Biduk.
Pengungkapan ini mengejutkan para peneliti, karena sejauh ini FRB telah dikaitkan dengan magnetar, sejenis bintang neutron bermagnet tinggi yang diperkirakan tidak ada di antara gugus bintang yang lebih tua.
"Jadi, jika FRB 20200120E mewakili magnetar aktif, itu pasti terbentuk melalui cara yang belum kita saksikan," kata profesor astronomi CalTech Vikram Ravi, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, dalam sebuah komentar yang diterbitkan dalam edisi terbaru jurnal tersebut. jurnal Alam.
Rincian FRB 20200120E ditata dalam sebuah penelitian di jurnal yang sama dari tim astronom internasional yang dipimpin oleh Franz Kirsten dari Universitas Teknologi Chalmers Swedia. Makalah ini menunjukkan jika sumber pengulangan FRB adalah sesuatu selain magnetar tradisional, itu bisa menjadi sesuatu yang unik atau tidak biasa.
“Kami mengusulkan FRB 20200120E berasal dari bintang neutron bermagnet tinggi yang terbentuk baik melalui keruntuhan katai putih yang diinduksi akresi, atau penggabungan bintang kompak dalam sistem biner,” demikian bunyi ringkasan makalah tersebut sebagaimana dikutip dari Cnet.
Dalam bahasa yang lebih sederhana, bintang katai putih tua mungkin telah menyedot sejumlah besar gas dari bintang pendamping atau bahkan menelan seluruh pendamping sebelum runtuh menjadi magnetar.
Untuk sampai ke dasar misteri akan membutuhkan lebih banyak pengamatan. Tetapi kesimpulannya menelusuri FRB kembali ke sumber yang tidak terduga menunjukkan masih banyak yang harus dipelajari tentang fenomena tersebut, dan itu dapat mengubah pemahaman kita tentang aspek lain dari alam semesta di sepanjang jalan.
Editor: Dini Listiyani