Pluto Berpotensi Diklasifikasikan Kembali sebagai Planet
CALIFORNIA, iNews.id - International Astronomical Union (IAU) memperketat definisi planet pada 2006 dan menurunkan status Pluto ke planet kerdil. Namun, banyak astronom yang mempertanyakan keputusan IAU itu.
Pada 2006, IAU menetapkan definisi planet yang mengharuskannya untuk membersihkan orbitnya atau dengan kata lain menjadi gaya gravitasi terbesar di orbitnya. Karena gravitasi Neptunus memengaruhi planet tetangganya, Pluto membagi orbitnya dengan gas dan objek beku di sabuk Kuiper.
Namun, dalam sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Icarus, ilmuwan planet UCF Philip Metzger bersama Universitas Florida Space Institute melaporkan standar untuk mengklasifikasikan planet ini tidak didukung dalam literatur penelitian.
Metzger, yang memimpin studi meninjau literatur ilmiah dari 200 tahun terakhir dan menemukan hanya satu publikasi - dari 1802- yang menggunakan persyaratan membersihkan orbit untuk mengklasifikasikan planet dan itu didasarkan pada alasan yang tidak terbukti.
Dia mengatakan, bulan seperti Titan (Saturnus) dan Europa (Jupiter) telah secara rutin disebut planet oleh para ilmuwan planet sejak zaman Galileo.
"Kami sekarang memiliki daftar lebih dari 100 contoh terbaru dari para ilmuwan planet yang menggunakan kata planet dengan cara yang melanggar definisi IAU, tetapi mereka melakukannya karena berfungsi secara fungsional. Ini adalah definisi yang ceroboh," kata Metzger yang dikutip dari Phys, Sabtu (8/9/2018).
"Mereka tidak mengatakan apa yang mereka maksudkan dengan membersihkan orbit mereka. Jika Anda mengambil itu secara harfiah, maka tidak ada planet karena tidak ada planet yang mengorbit orbitnya," ujarnya.
Ilmuwan planet mengatakan, review literatur menunjukkan pembagian nyata antara planet dan benda langit lainnya seperti asteroid terjadi pada awal 1950-an saat Gerard Kuiper menerbitkan sebuah makalah yang membuat perbedaan berdasarkan bagaimana mereka terbentuk.
Tapi, kata Metzger, alasan ini tidak lagi dianggap sebagai faktor yang menentukan apakah celestrial body planet. Rekan penulis studi, Kirby Runyon dengan John Hopkins University Applied Physics Laboratory di Laurel, Maryland mengatakan, definis IAU salah karena tinjauan pustaka menunjukkan, membersihkan orbit bukanlah standar yang digunakan untuk membedakan asteroid dari planet.
"Kami menunjukkan, ini merupakan klaim sejarah yang salah. Oleh karena itu keliru untuk menerapkan alasan yang sama untuk Pluto," katanya.
Metzger mengatakan, definisi planet harus didasarkan pada sifat intrinsiknya bukannya yang bisa berubah seperti dinamika orbit planet. "Dinamika tidak konstan, mereka terus berubah. Jadi mereka bukan deskripsi mendasar dari body, mereka hanya mendiami body pada era saat ini," ujarnya.
Sebagai gantinya, Metzger merekomendasikan penggolongan sebuah planet berdasarkan jika planet itu cukup besar sehingga gravitasinya memungkinkan untuk menjadi berbentuk bulat.
"Dan, itu bukan hanya definisi yang sewenang-wenang. Ternyata ini merupakan tonggak penting dalam evolusi planetary body karena tampaknya saat itu terjadi, itu memulai geologi aktif dalam body," ujarnya.
Pluto, misalnya, memiliki lautan bawah tanah, atmosfer multilayer, senyawa organik, bukit danau kuno, dan beberapa bulan. "Ini lebih dinamis dan hidup dari Mars. Satu-satunya planet yang memiliki geologi yang lebih kompleks adalah Bumi," katanya.
Editor: Dini Listiyani