Planet yang Mengorbit Bintang White Dwarfs Dianggap Ideal untuk Mencari Kehidupan
CALIFORNIA, iNews.id - James Webb Space Telescope (JWST) dirancang untuk mencari biosignatures di atmosfer exoplanet. Penemuan biosignatures pada exoplanet akan memberikan kesempatan menemukan kehidupan.
Sebuah penelitian baru menunjukkan, menemukan biosignatures pada exoplanet yang mengorbit bintang kerdil putih (white dwarfs) memberikan kesempatan terbaik. White dwarfs adalah bintang yang menarik, terutama dalam hal perburuan planet mirip Bumi.
Meskipun white dwarfs dianggap sisa-sisa bintang, mereka masih bersinar. Faktanya, white dwarf bisa tetap stabil selama miliaran tahun setelah mereka menghentikan elemen pencetus.
Selama miliaran tahun mereka mengeluarkan energi panas yang tersimpan, menghangatkan planet-planet terdekat. Artinya, setiap kehidupan di planet yang mengorbit mereka stabil dan tidak harus berurusan dengan panas mematikan atau keadaan berbahaya lainnya.
White dwarf juga kecil. Artinya, teleskop tidak harus bersaing dengan bola besar yang bersinar saat mereka mencoba mempelajari planet di sebelah bintang dwarf.
Kini, tim ilmuwan punya semacam toolkit untuk membantu teleskop luar angkasa dan Bumi mencari tanda-tanda kehidupan di planet-planet di sekitar white dwarfs. Siara pers menyebut toolkit ‘panduan lapangan spektral untuk dunia berbatu.’
“Kami menunjukkan apa yang bisa menjadi sidik jari spektral dan teleskop teristerial berbasis luar angkasa dan besar yang akan datang,” kata penulis utama studi Thea Kozakis yang dikutip dari Science Alert, Senin (4/5/2020).
Bintang seperti Matahari bisa sangat terang sehingga sulit mendeteksi planet yang mengorbitnya. Saat planet transit di depan bintangnya dan berada di antara kita dan bintang, maka pesawat luar angkasa seperti Kepler dan TESS memiliki kesempatan untuk mendeteksinya.
Ada beberapa masalah dengan metode transit. Tapi, ini adalah cara yang paling sukses untuk menemukan exoplanet. White dwarf menghadirkan tantangan sendiri dalam mendeteksi planet.
Meskipun mereka tidak sebesar bintang utama, ukuran kecil mereka menjadi masalahnya. Dengan bintang induk sekecil ini, bahkan lebih sulit melihat transit planet yang mengorbit.
Medeteksi hal-hal di sekitar white dwarfs adalah perkembangan baru dalam astronomi. Baru-baru ini, para astronom mengamati cakram puing di sekitar white dwarfs untuk pertama kalinya.
Pada 2015, tim astronom menemukan setidaknya satu planet disintegrasi yang mengorbit bintang white dwarfs. Pada 2019, penelitian lain dari 2019 menyajikan bukti planet yang mengorbit white dwarfs.
Studi lain dari 2019 menyajikan bukti ada sekitar 1 dari 10.000 planet raksasa yang dapat dideteksi secara spektroskopi dalam orbit dekat di sekitar white dwarfs. Tapi, para astronom tidak benar-benar tahu ada berapa sampai lebih baik mendeteksi mereka.
Pada Desember 2019, para astronom menemukan planet seukuran Neptunus mengorbit white dwarfs. Meskipun dalam kasus itu, white dwarfs perlahan-lahan menghancurkan planet.
Astronom kemungkinan akan menemukan lebih banyak planet yang mengorbit white dwarfs. Beberapa dari mereka akan seperti Bumi.
Kemudian, saat menemukan mereka, astronom ingin menyelidiki atmosfer untuk tanda-tanda kehidupan. Di situlah studi baru Kozakis masuk.
“Planet berbatu di sekitar white dwarfs menarik kandidat untuk dikarakterisasi karena inangnya tidak jauh lebih besar dari planet seukuran Bumi,” kata Lisa Kaltenegger dari associate professor of astronomy di the College of Arts and Sciences and director of the Carl Sagan Institute.
Kozakis menambahkan, dengan mengamati transit semacam itu, para ilmuwan dapat mengetahui apa yang ada di atmosfernya, merujuk kembali ke paper ini, mencocokkannya dengan spectral fingerprint, dan mencari tanda-tanda kehidupan.
Editor: Dini Listiyani