Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Studi Baru, Sumber Air di Bulan Berasal dari Tempat Tak Terduga
Advertisement . Scroll to see content

Pesawat Luar Angkasa China Mendarat di Bulan, Siap Bawa Sampel Batu ke Bumi

Rabu, 02 Desember 2020 - 15:04:00 WIB
Pesawat Luar Angkasa China Mendarat di Bulan, Siap Bawa Sampel Batu ke Bumi
Pesawat Luar Angkasa China Mendarat di Bulan (foto: NASA)
Advertisement . Scroll to see content

CALIFORNIA, iNews.id - China telah melakukan misi pengumpulan batu di Bulan. China National Space Administration (CNSA) tiba-tiba memutus liputan langsung sekitar setengah jam sebelum pendaratan.

Kemudian badan antariksa China mengumumkan pesawat luar angkasa telah mendarat. Lander adalah satu dari empat robot dalam misi yang disebut Chang’e 5 yang bertujuan untuk mengirim sampel permukaan Bulan ke Bumi sebelum akhir 2020.

Jika berhasil, ini akan menjadi pertama kalinya suatu negara membawa pulang batu Bulan lebih dari 40 tahun. Lengan robotik lander diprogram untuk mengebor sekitar 1.8 meter ke permukaan Bulan untuk mengumpulkan 4,4 pon batuan dan debu Bulan dari wilayah yang sebelumnya belum dijelajahi yakni dataran vulkanik yang disebut Mons Rumker.

Materi tersebut dapat memberikan informasi baru mengenai aktivitas vulkanik Bulan di masa lalu. Lengan robotik kemudian harus memindahkan sampel ke modul pendakian yang ada di atas pendarat.

Dengan sampel yang aman, modul itu harus lepas landas untuk bertemu dengan pengorbit misi, yang saat ini mengelilingi Bulan dengan modul masuk kembali ke Bumi di belakangnya.Jika semuanya berjalan lancar, trio robot tersebut kemudian akan kembali ke Bumi dengan batu Bulan. Robot akan mendarat di Mongolia Dalam pada pertengahan Desember.

“Ini adalah misi yang sangat berani. Mereka akan memindahkan bola ke lapangan secara besar-besaran sehubungan dengan pemahaman banyak hal yang penting mengenai sejarah Bulan,” kata Deputy Chief Scientist NASA David Draper sebagaimana dikutip dari Science Alert, Rabu (2/12/2020).

Sampel batuan Bulan sebelumnya yang dikumpulkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet telah membuat para ilmuwan menyimpulkan gunung berapi aktif di permukaan bulan sekitar 3 miliar tahun yang lalu. Tapi, para ilmuwan memperkirakan daerah seperti dataran Mons Rümker mungkin telah menampung aktivitas vulkanik baru-baru ini 1,2 miliar tahun yang lalu, berdasarkan pengamatan permukaan bulan.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut