Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bagaimana Bisa Batu dari Mars Terlempar ke Bumi, Tempuh Jarak 225 Juta Km?
Advertisement . Scroll to see content

Metana di Mars Sulit Dideteksi, Misi Ini Bakal Jadi Solusi 

Selasa, 07 Mei 2024 - 05:04:00 WIB
Metana di Mars Sulit Dideteksi, Misi Ini Bakal Jadi Solusi 
Metana Sulit di Mars Sulit Dideteksi ( Foto: NASA)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Metana Mars memang sulit dideteksi. Namun, solusi untuk mengatasi permasalahan ini mungkin segera ditemukan.

Konsep awal pesawat bernama MAGGIE segera memulai studi 9 bulan yang didanai NASA. MAGGIE akan mengeksplorasi kelayakannya untuk melonjak di atas Mars. 

MAGGIE kependekan dari Mars Aerial and Ground Intelligent Explorer dirancang untuk beroperasi selama satu tahun Mars (hampir dua tahun Bumi) di mana saja di sekitar Planet Merah. 

Salah satu misi utamanya adalah menemukan metana di Planet Merah. Molekul yang sulit dipahami itu bisa menjadi tanda kehidupan, tapi para ilmuwan memiliki sedikit keberuntungan untuk mengetahui keberadaannya di atmosfer Mars setelah beberapa dekade mencari tahu.

Metana, gas biosignature yang mungkin, sulit ditemukan di Mars. Gas terdeteksi oleh pesawat luang angkasa pada atau saat mengorbit Planet Merah oleh teleskop kuat di Bumi. 

Misi penjelajah Curiosity NASA yang telah lama berjalan telah berulang kali mendeteksi metana sejak 2012. Tapi tingkatnya naik dan turun, tingkat latar belakang kurang dari 0,5 bagian per miliar (ppb) molekul udara, kadang-kadang melonjak hingga 20 ppb.

Menurut peneliti utama Gencheng Zha, 
langkah logis berikutnya yang bisa digunakan adalah kendaraan terbang seperti MAGGIE.

Zha yang merupakan CEO Coflow Jet dan seorang profesor di University of Miami  menerima sembilan bulan pendanaan di bawah program NASA Innovative Advanced Concepts (NIAC) untuk mengeksplorasi konsep ini lebih lanjut.

MAGGIE bisa tinggal di udara untuk jarak 111 mil (179 km). Zha mengatakan instrumen resolusi tinggi di kapal bisa memilih jumlah jejak metana di atmosfer, atau fenomena sementara potensial lainnya seperti air cair di Mars. 

"Kita juga bisa mendarat di tempat mana pun yang ingin kita dapatkan sampel", katanya kepada Space.com.

Jangkauan yang diduga MAGGIE berasal dari teknologi yang dipatenkan yang akan menggunakan kompresor udara untuk menjaga pesawat tetap tinggi. 

Kompresor udara memindahkan sejumlah kecil atmosfer dari belakang sayap ke arah depan, baik meningkatkan angkat dan mengurangi hambatan.

Misi MAGGIE tidak akan pergi ke Planet Merah dalam waktu dekat. Kendaraan di Mars akan semakin banyak nantinya.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut