Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Batalkan Demo Persenjataan Terbaru, Ada Apa?
Advertisement . Scroll to see content

Mengintip Rudal QW-3 Yon Arhanud 21 Pasgat, Tameng Mematikan TNI AU

Rabu, 11 Februari 2026 - 22:22:00 WIB
Mengintip Rudal QW-3 Yon Arhanud 21 Pasgat, Tameng Mematikan TNI AU
Kecanggihan Rudal QW-3 sebagai garda terakhir pertahanan udara TNI AU dengan teknologi penghancur otomatis dan radar Smart Hunter. (Foto: Niko)
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id – Batalyon Arhanud 21 Pasgat menjadi benteng terakhir pertahanan udara yang menjaga berbagai titik vital TNI Angkatan Udara, mulai dari terminal hingga pangkalan strategis. Di balik kesiapsiagaan itu, Rudal QW-3 menjadi senjata andalan dengan sistem penghancur otomatis yang dirancang untuk melumpuhkan ancaman tanpa membahayakan area darat.

Rudal QW-3 merupakan senjata anti pesawat seberat tiga kilogram dengan peluru berbobot 16 kilogram. Senjata ini dirancang khusus untuk mengejar panas mesin pesawat musuh menggunakan sistem pencarian panas yang presisi hingga terjadi benturan langsung atau impact.

Keunggulan utama rudal ini terletak pada mekanisme self destruction jika target tidak berhasil dihantam. Sistem tersebut memastikan rudal akan meledak sendiri dalam waktu tertentu guna mencegah serpihan jatuh di area yang tidak diinginkan.

"Ini kalau seandainya tidak kena, ini kan harus impact, maksudnya impact itu kan harus nabrak pesawat. Ini seandainya tidak kena, dia akan meledak sendiri. Namanya ini namanya self destruction, kita kurang lebih 14 detik belum selesai, berarti aman kalau di bawah itu nggak kena serpihan,” ujar Pengawak Rudal QW 3 Yon Arhanud 21, Serda M. Arif Mutaqien saat diwawancarai, Rabu (11/2/2026).

Keandalan alutsista tersebut telah digunakan dalam berbagai operasi pertahanan penting, termasuk pengamanan kegiatan kenegaraan berskala internasional. Selain operasi tempur, prajurit rutin melakukan simulasi untuk menjaga kesiapan dan respons cepat terhadap potensi ancaman udara.

"Selain latihan, kita juga ada operasi pertahanan seperti yang pernah dilakukan itu di Bali saat KTT. Jadi KTT itu kan banyak negara asing yang datang," katanya.

Mobilitas Rudal QW-3 turut diperkuat kendaraan taktis P6 Atav 4x4 yang memungkinkan pergerakan cepat menuju titik penembakan. Kendaraan tersebut dirancang untuk menembus medan sulit seperti area berlumpur maupun berbatu.

"Kendaraan ini untuk memudahkan dan mempercepat pergerakan. Kalau kita infanteri (jalan kaki) kan lama menuju spot penembakan," kata Penembak Rudal Atav P6, Serda Andhy Kristanto.

Rantis tersebut mampu mengangkut empat personel yang terdiri atas pengemudi, komandan pucuk, petembak, dan pembantu petembak. Setibanya di lokasi, penembak segera mengambil posisi pada tripod yang terpasang di kendaraan sambil berkoordinasi menentukan titik kunci sasaran.

"Kursinya sendiri tersedia empat seat, pertama driver, kedua komandan pucuk, berikutnya gunner atau petembak, dan terakhir pembantu petembak," ucap dia.

Proses penembakan Rudal QW-3 juga terintegrasi dengan radar Smart Hunter yang memberikan informasi koordinat arah datangnya ancaman. Jika target belum terlihat secara visual, komunikasi intens dilakukan melalui alat GAU agar moncong rudal dapat diarahkan secara presisi.

"Kita dapat tangkapan dari Smart Hunter dari arah mana datangnya, kemudian kita arahkan ke sana, ke koordinat tersebut. Kalau sudah mencapai jarak tembak, baru kita tembakkan," ujar Serda Andhy Kristanto.

Keunikan lain dari Rudal QW-3 adalah adanya indikator audio dan visual saat sistem telah mengunci target. Lampu hijau akan menyala terang dan suara peringatan berubah menjadi nada nyaring sebagai tanda rudal telah mengunci panas mesin pesawat lawan secara sempurna.

"Kalau sudah nge-lock, tanda pertama ada lampu hijau menyala di rudal. Berikutnya ada bunyi beep. Kalau belum lock suaranya tet-tet-tet, tapi kalau sudah lock bunyinya tut dengan nyaring," kata dia.

Tak hanya sebagai pengangkut rudal, kendaraan P6 Atav juga dapat beralih fungsi menjadi kendaraan serbu komando jika perangkat rudal dilepaskan. Kendaraan tersebut bisa digunakan untuk taktik darat seperti operasi antiteror maupun serbuan lainnya.

"Kalau rangkaian rudal ini dilepas, ini buat serbuan komando. Jadi untuk taktik di darat seperti antiteror maupun serbuan lainnya," ujarnya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut