Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tahukah Anda, Komputer Tertua di Dunia Gunakan Kalender Lunar untuk Pelajari Bintang
Advertisement . Scroll to see content

Kenapa Bintang Kelap-kelip di Langit?

Kamis, 09 Desember 2021 - 18:30:00 WIB
Kenapa Bintang Kelap-kelip di Langit?
Kenapa Bintang Kelap-kelip di Langit? (Foto: Ilustrasi/NASA)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Selimut nitrogen, oksigen, dan gas lainnya menjaga suhu dunia tetap bagus dan layak huni. Gas tersebut sekaligus melindungi manusia dari radiasi UV yang berbahaya.

Namun, terlepas dari banyak kualitas bagusnya, atmosfer bisa menjadi gangguan bagi para penggemar astronomi. Mengapa demikian? Karena, atmosfer mendistrosi cahaya pada malam hari, sehingga membuat suasana beberapa benda langit tampak berkelap-kerlip dan berkilauan. 

Istilah teknis untuk fenomena ini adalah kilauan astronomi. Anda mungkin mengetahuinya dengan nama berkelap-kelip. Layaknya bawang, atmosfer terdiri atas lapisan. Di bagian bawah adalah troposfer, yang dimulai di sini pada permukaan tanah Bumi. 

Kemudian, sekitar 5 hingga 9 mil ke atas, di sanalah sebagian besar peristiwa cuaca Bumi terjadi. Lapisan lainnya adalah stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer. Ada juga wilayah yang disebut ionosfer, yang meliputi bagian mesosfer dan termosfer. 

Lapisan ini memiliki suhu yang berbeda. Selain itu, kerapatan udara bervariasi dari satu tingkat ke yang lainnya. Saat cahaya bintang memasuki atmosfer, dia mengalir ke kantong-kantong udara sejuk dan hangat. 

Kantong bertindak sebagai lensa besar, menyebabkan cahaya berubah arah atau membiaskan saat melewatinya. Namun, lensa tidak tetap pada tempatnya. Mereka bergerak dan berubah bentuk, sebagaimana dikutip dari How to stuff Work. 

Saat mereka bergeser, begitu juga pembiasan cahaya bintang. Itulah sebabnya bintang tampak berkelap-kelip. Jarak adalah alasan utama bintang berkelap-kelip lebih mencolok daripada planet-planet di Tata Surya. Karena bintang begitu jauh, setiap bintang tampak seperti titik cahaya tunggal. Ini adalah cerita yang berbeda untuk Bulan Bumi dan planet tetangga. 

Planet kurang terpengaruh oleh atmosfer. Planet dan Bulan muncul sebagai piringan kecil di langit. Cahaya yang mereka pancarkan tidak berasal dari satu titik tetapi dari banyak titik individu yang semuanya berkumpul bersama. Ini jarang bersinar serempak, itulah sebabnya mengapa planet dan Bulan tidak berkelap-kelip sedramatis bintang.

Kelap-kelip hanya bisa terjadi ketika suasana hadir. Karena alasan inilah foto yang diambil oleh Teleskop Hubble terlihat sangat jelas; tidak ada kantong udara atmosfer untuk membiaskan cahaya bintang. Para astronom di Bumi menggunakan teleskop dengan sistem optik adaptif untuk mengimbangi kerlap-kerlip, membuat bintang-bintang terlihat lebih stabil.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut