Ilmuwan Akhirnya Temukan Tanda Keberadaan Exomoon
CALIFORNIA, iNews.id - Selama beberapa dekade terakhir, para astronom berhasil menemukan ribuan planet di luar sistem tata surya. Namun sejauh ini, belum menemukan exomoon di luar sana.
Exomoon kemungkinan sulit dikenali dan ditemukan karena bulan lebih kecil dibandingkan planet mereka. Namun, para ilmuwan di Colombia University telah menemukan bukti adanya exomoon yang terletak ribuan tahun cahaya dari bumi.
Para ilmuwan menganalisis dari 284 exoplanet yang ditemukan oleh Kepler, yang mencari tanda exomoon. Dan, tahun lalu mereka mengumumkan menemukannya.
Sebelum menarik kesimpulan, para ilmuwan membutuhkan observasi lebih banyak. Tapi, bukti mendapati mereka melakukan observasi selama 40 jam dengan teleskop Hubble.
Dengan teleskop Hubble, ilmuwan memonitor exoplanet Kepler-1625b saat lewat di antara bintang yang mengorbitnya -Kepler-1625- dan bumi. Ilmuwan juga melihat bagaimana kecerahan bintang tersebut meredup saat planet lewat di depannya.
Mengutip Engadget, Jumat (5/10/2018), para ilmuwan menemukan dua tanda yang menunjukkan exomoon bisa ditarik. Pertama setelah planet lewat, kecerahan bintang meredup untuk kedua kalinya.
Kedua, waktu transit planet terjadi lebih awal dibanding perkiraan sebelumnya, yang bisa disebabkan oleh bulan yang mengorbit menarik planet dan menyebabkan goyangan. Hal yang sama juga dilakukan bulan kita ke bumi.
"Bulan pendamping merupakan penjelasan paling sederhana dan alami untuk keredupan kedua kalinya dalam kurva cahaya dan penyimpangan orbit-timing. Ini merupakan saat yang mengejutkan untuk melihat kurva cahaya itu, hati saya mulai berdetak sedikit lebih cepat dan saya harus terus melihat tanda itu," kata Alex Teachey, salah satu peneliti dalam proyek tersebut.
Ilmuwan mencatat dalam sebuah makalah yang diterbitkan di Science Advances, keberadaan exomoon belum bisa dikonfirmasi dan masih diperlukan observasi lebih lanjut.
"Jika dikonfirmasi oleh pengamatan Hubble, temuan ini bisa memberikan petunjuk penting tentang perkembangan sistem planet dan bisa menyebabkan para ahli meninjau kembali teori tentang bagaimana bulan terbentuk di planet-planet," kata rekan penulis studi David Kipping.
Penjelasan alternatif bisa jadi planet kedua mengorbit Kepler-1625 bersamaan Kepler 1625b. Namun, Kepler tidak menemukan bukti adanya planet tambahan dalam sistem ini. Exomoon potensial seukuran Neptunus dan planet yang mengorbitnya beberapa kali lebih besar dari Jupiter.
Editor: Tuty Ocktaviany