Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Video Puluhan Warga Bogor Antusias Saksikan Gerhana Bulan Total dari Jembatan Cinta
Advertisement . Scroll to see content

Fenomena Gerhana Bulan Menjadi Penguat Fakta Bumi Itu Bulat

Rabu, 26 Mei 2021 - 20:46:00 WIB
Fenomena Gerhana Bulan Menjadi Penguat Fakta Bumi Itu Bulat
Gerhana Bulan. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Peristiwa Gerhana Bulan Total (GBT) yang terjadi malam ini tidak hanya sekadar fenomena unik dan langka. Namun, GBT atau Super Blood Moon ini juga sekaligus menjadi penguat fakta bahwa bumi itu bulat dan tidak datar.

Hal tersebut diungkap Kepala Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin. 

“Proses gerhana sebagian bentuknya lengkung. Ini menunjukkan bahwa Bumi ini bulat,” kata Thomas dikutip iNews.id dari kanal Youtube Lapan RI, Rabu (25/5/2021).

Dia menjelaskan, bumi tidak mungkin datar, sebab nanti bentuk bayangannya tak lengkung. “Tidak mungkin bentuknya datar, nanti bayangan di bulannya entah seperti apa. Ini bentuknya lengkung menunjukkan bumi itu bulat," ujarnya.

Gerhana Bulan Total atau Super Blood Moon merupakan peristiwa di mana Bulan berada di jarak terdekatnya ke Bumi. Puncak GBT ini akan terjadi pada pukul 18.18.43 WIB atau 19.18.43 WITA atau 20.18.43 WIT, dengan jarak 357.464 kilometer dari Bumi. Untuk durasi fase total gerhana kali ini yaitu 14 menit 30 detik.

Dikutip dari situs BMKG, Fase (P1) Awal Gerhana Bulan mulai pukul 15.46.12 WIB, 16.46.12 WITA, 17.46.12 WIT yang melintas memotong Papua bagian tengah, sehingga pengamat di provinsi Papua dapat menyaksikan seluruh proses terjadinya Gerhana Bulan Total ini.

Kemudian Fase (U1) Gerhana Bulan Sebagian mulai pukul 16.44.38 WIB, 17.44.38 WITA, 18.44.38 WIT, melintas memotong Pulau Sulawesi dan Nusa Tenggara, sehingga pengamat di wilayah Indonesia Timur, Pulau Sulawesi bagian Timur dan Nusa Tenggara Timur dapat menyaksikan kejadian ini.

Selanjutnya Fase (U2) Gerhana Bulan Total mulai masuk pukul 18.09.21 WIB, 19.09.21 WITA, 20.09.21 WIT melintas memotong Provinsi Riau dan Sumatera Barat, sehingga seluruh pengamat di Indonesia dapat mengamati awal fase totalitas ini, kecuali di sebagian Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Lalu Fase Puncak Gerhana Bulan terjadi pukul 18.18.43 WIB , 19.18.43 WITA , 20.18.43 WIT, dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia, kecuali di sebagian kecil Riau, sebagian Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Dilanjutkan dengan Fase (U3) Gerhana Bulan Total berakhir pukul 18.28.05 WIB, 19.28.05 WITA, 20.28.05 WIT melintas membelah Sumatera Utara, sehingga pengamat di seluruh wilayah Indonesia, kecuali sebagian Sumatera Utara dan Aceh, dapat menyaksikan fenomena ini.

Lalu Fase (U4) Gerhana Bulan Sebagian berakhir pukul 19.52.48 WIB, 20.52.48 WITA, 21.52.48 WIT yang dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

Terakhir Fase (P4) Gerhana Bulan berakhir pukul 20.51.14 WIB, 21.51.14 WITA, 22.51.14 WIT dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

Editor: Dyah Ayu Pamela

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut