Dari Manakah Asal Air di Bumi? Simak Jawabannya!
JAKARTA, iNews.id- Dari manakah asal air di bumi? Pertanyaan itu masih terlintas di benak Anda yang penasaran akan asal bendar cair tersebut.
Dilansir dari berbagai sumber, ada yang menyebut air berasal dari dalam maupun luar planet kita.
Sekitar 97% air di Bumi terdapat di laut dan samudra. Air laut merupakan sumber air yang melimpah, namun tidak dapat dikonsumsi langsung oleh manusia karena mengandung garam.
Sungai dan danau adalah sumber air yang penting bagi kehidupan manusia dan hewan. Air ini berasal dari curahan hujan dan aliran permukaan.
Air tanah merupakan sumber air yang penting bagi kehidupan manusia dan tumbuhan. Air ini berasal dari air hujan yang meresap ke dalam tanah dan tersimpan dalam lapisan air bawah tanah.
Air hujan merupakan sumber air yang penting bagi kehidupan di Bumi. Air hujan berasal dari penguapan air permukaan, seperti laut, danau, dan sungai.
Es dan gletser yang terdapat di kutub dan pegunungan adalah sumber air yang penting, meskipun sulit diakses dan tidak dapat langsung digunakan oleh manusia.
Sementara itu, menurut teori yang paling diterima, air di Bumi berasal dari proses akresi (penggumpalan) awan debu dan gas di tata surya pada masa awal pembentukan planet.
Air ini kemudian terperangkap di dalam batuan dan dilepaskan melalui proses vulkanisme. Selain itu, air juga dapat ditambahkan ke Bumi dari luar planet dalam bentuk meteor dan komet yang jatuh ke permukaan Bumi.
Sementara itu ada pendapat lain mengenai asal air. Air di Bumi diyakini berasal dari berbagai sumber, termasuk komet yang jatuh ke permukaan Bumi.
Beberapa bukti menunjukkan bahwa komet mengandung air dalam bentuk es, dan ketika komet jatuh ke Bumi, es tersebut dapat mencair dan berkontribusi pada penambahan air di permukaan Bumi.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa sekitar 10% sampai 50% air di Bumi berasal dari komet yang jatuh ke Bumi pada masa awal pembentukannya.
Komet-komet tersebut terbentuk dari awan gas dan debu di luar tata surya, dan berisi es dan material organik lainnya.
Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa air di Bumi dapat memiliki komposisi isotop yang mirip dengan air di komet, yang mendukung teori bahwa komet berkontribusi pada penambahan air di Bumi.
Editor: Komaruddin Bagja