Cara Kucing Bilang Sayang pada Pemiliknya, Perhatikan Bahasa Tubuh!
JAKARTA, iNews.id - Kucing memang tidak bisa bicara seperti manusia. Tapi kucing bilang sayang pada pemiliknya dengan menunjukkan beberapa sikap manis.
Sering kali dikatakan anjing lebih penyayang dibanding kucing. Padahal belum tentu demikian. Anjing memang mempunyai cara lebih eksplisit untuk menunjukkan rasa kasih sayang mereka.
Berbeda dengan anjing, kucing mempunyai cara lebih halus menunjukkan kasih sayang mereka. Penasaran bagaimana cara mereka melakukannya?
Untuk menunjukkan kasih sayang, kucing menggunakan tubuh dan ekornya sebagai bentuk ekspresi. Terkadang mereka menyentuh kaki pemiliknya dengan ekor.
Namun, terkadang mereka hanya duduk dekat sehingga ekor menyentuh pemiliknya. Posisi ekor kucing yang senang itu tegak dengan sedikit lengkungan di bagian atas.
Bahasa tubuh lainnya kucing bilang sayang pada pemiliknya bisa dilihat perutnya. Jika pemilik ditawarkan menggosok perutnya artinya kucing merasa cukup nyaman.
Meskipun kucing tidak bisa mengatakan Aku mencintaimu, mereka dapat menggunakan vokalisasi yang tersedia demi membantu mengonsumsi kasih sayang mereka.
Mendengkur sering kali digunakan sebagai tanda kesenangan dan kepuasan. Ini sering kali diungkapkan selama kontak dekat, seperti saat membelainya. Tapi mendengkur bukan hanya berarti kucing mendapat pengalaman menyenangkan. Ini juga memberitahu betapa mereka menikmati waktu membangun ikatan.
Kontak mata adalah faktor penting dalam cara kucing menunjukkan rasa cinta. Meskipun tatapan yang lama dan tak berkedip mungkin bukan sikap yang paling ramah bagi manusia, tapi tidak dengan sudut pandang kucing. Kucing hanya melakukan kontak mata dengan orang yang disukai.
Di antara hewan lainnya, kucing menunjukkan kasih sayang dengan saling merawat. Terkadang kucing suka menjilat pemiliknya seperti pada bulunya sendiri. Ini cara memadukan aroma dan isyarat utama bagaimana kucing menunjukkan kasih sayang.
Kucing sering kali menunjukkan kasih sayang dengan gigitan lembut, bukan sesuatu yang agresif. Menggaruk isyarat paling menyenangkan untuk diterima sebagai manusia.
Editor: Dini Listiyani