Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ikan Sapu-Sapu Tidak Aman Dikonsumsi? Ini Kata BRIN!
Advertisement . Scroll to see content

BRIN Ungkap Ikan Sapu-Sapu Bisa Jadi Pupuk Cair, Begini Cara Mengolahnya

Kamis, 30 April 2026 - 18:31:00 WIB
BRIN Ungkap Ikan Sapu-Sapu Bisa Jadi Pupuk Cair, Begini Cara Mengolahnya
Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Triyanto mengungkapkan ikan sapu-sapu bisa menjadi pupuk cair dengan metode sederhana. (Foto: Dok)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ikan sapu-sapu yang selama ini kerap dianggap sebagai hama perairan ternyata menyimpan potensi besar. Ikan sapu-sapu bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair (POC) yang berguna untuk tanaman.

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Triyanto, mengungkapkan pemanfaatan ikan sapu-sapu sebagai pupuk dapat dilakukan dengan metode sederhana. Prosesnya bahkan memungkinkan dikerjakan secara mandiri di rumah.

Dalam diskusi di kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kamis (30/4/2026), dia menjelaskan langkah awal pengolahan dimulai dari menghancurkan ikan. Tingkat kehalusan bahan tidak menjadi masalah karena bisa disesuaikan kebutuhan.

"Jadi ikan sapu-sapunya itu bisa dihaluskan, halus kasar juga boleh, halus sekali juga boleh. Nanti ditambahkan mikroorganisme," ujar dia.

Setelah ikan dihancurkan, tahap berikutnya adalah menambahkan bahan pendukung untuk mempercepat proses fermentasi. Mikroorganisme membutuhkan sumber energi agar dapat berkembang dengan optimal.

Triyanto menyebutkan bahan seperti molase atau gula bisa digunakan sebagai starter. Jika molase sulit didapat, masyarakat tetap bisa memanfaatkan bahan alternatif yang mudah ditemukan di dapur.

"Dikasih molase atau gula. Kalau enggak punya molase ya gula merah, enggak ada gula merah apa susah, gula pasir," ucap dia.

Lebih lanjut, dia memaparkan perbandingan bahan menjadi faktor penting dalam proses ini. Komposisi yang tepat akan membantu menghasilkan pupuk cair dengan kandungan nutrisi maksimal.

"Intinya jadi dikumpulkan bahan bakunya itu satu banding satu terus difermentasi selama kurang lebih di atas satu bulan ya," kata dia.

Proses fermentasi membutuhkan waktu agar zat-zat dari ikan dapat terurai dan terserap ke dalam cairan. Hasil akhirnya berupa pupuk cair yang siap dimanfaatkan untuk berbagai jenis tanaman.

Meski demikian, dia mengingatkan agar penggunaan pupuk ini tetap memperhatikan asal bahan baku. Jika ikan diperoleh dari perairan tercemar, penggunaannya perlu dilakukan secara hati-hati. "Nah, nanti cairan itu dijadikan pupuk, begitu," ucapnya

Melalui metode sederhana ini, ikan sapu-sapu yang sebelumnya tidak bernilai kini dapat diolah menjadi produk bermanfaat. Selain membantu mengurangi hama, cara ini juga mendukung praktik pertanian ramah lingkungan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut