Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BMKG Tegaskan Operasi Modifikasi Cuaca Upaya Mitigasi Bencana Berbasis Sains
Advertisement . Scroll to see content

Apa Itu Hari Tanpa Bayangan? Fenomena yang Dialami Indonesia Hari ini

Rabu, 21 Februari 2024 - 19:40:00 WIB
Apa Itu Hari Tanpa Bayangan? Fenomena yang Dialami Indonesia Hari ini
Apa Itu Hari Tanpa Bayangan? Fenomena yang Dialami Indonesia Hari ini (Foto: unsplash)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Hari Tanpa Bayangan kembali dialami di Indonesia mulai 21 Februari 2024. Sudah tahu apa itu Hari Tanpa Bayangan yang terjadi?

Sebenarnya, Hari Tanpa Bayangan bukan sesuatu yang baru. Fenomena ini sudah beberapa kali terjadi di Indonesia. Namun, mungkin belum semua orang memahaminya. 

Apa Itu Hari Tanpa Bayangan

Dikutip dari halaman BMKG, kulminasi atau transit adalah fenomena saat Matahari tepat berada di posisi paling atas di langit. Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama. 

Pada saat itu, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat menghilang karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Berdasarkan itu, hari kulminasi utama dikenal sebagai Hari Tanpa Bayangan.

Proses Terjadinya Hari Tanpa Bayangan

Karena bidang ekuator Bumi atau bidang rotasi Bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika/bidang revolusi Bumi, sehingga posisi Matahari dari Bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5 derajat LU  s.d.  23,5 derajat LS. Ini disebut gerak semua harian Matahari. 

Pada tahun ini, Matahari tepat berada di khatulistiwa pada 20 Maret 2024 pukul 10.06 WIB dan 22 September 2024 pukul 19.43 WIB. Sementara pada 21 Juni 2024 pukul 03.50 WIB Matahari berada di titik balik utara dan 21 Desember 2024 pukul 16.20 WIB Matahari berada di titik balik Selatan. 

Kapan Terjadinya?

Mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat Matahari berada di khatulistiwa. 

Di kota-kota lain, kulminasi utama terjadi saat deklinasi Matahari sama dengan lintang kota tersebut. Khusus untuk kota Jakarta, fenomena terjadi pada 4 Maret 2024, yang terjadi pada pukul 12.04 WIB, dan pada 8 Oktober 2024, yang kulminasi utama terjadi pukul 11.40 WIB. 

Secara umum, kulminasi utama 2024 di Indonesia terjadi antara 21 Februari 2024 di Baa, Nusa Tenggara Timur hingga 4 April 2024 di Sabang, Aceh, dan 7 September 2024 di Sabang, Aceh sampai 21 Oktober di Baa, Nusa Tenggara Timur. 

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut