Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Teror Godzilla El Nino Mulai April 2026, Indonesia Kena Dampaknya!
Advertisement . Scroll to see content

Apa Itu Godzilla El Nino, Fenomena Ekstrem yang Bikin Kemarau Indonesia Lebih Panjang?

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:41:00 WIB
Apa Itu Godzilla El Nino, Fenomena Ekstrem yang Bikin Kemarau Indonesia Lebih Panjang?
Musim panas Godzilla El Nino. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Istilah Godzilla El Nino ramai dibicarakan setelah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi fenomena ini berpotensi terjadi mulai April 2026, dan Indonesia terkena dampaknya. 

Meski terdengar dramatis, apa sebenarnya makna istilah tersebut, dan mengapa dampaknya bisa serius bagi Indonesia? Simak pembahasan selengkapnya hanya di artikel ini. 

Apa Itu Godzilla El Nino? 

Secara ilmiah, Godzilla El Nino bukan istilah resmi. Ini adalah sebutan populer untuk menggambarkan El Niño dengan intensitas sangat kuat. Dalam kondisi ini, pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur terjadi jauh di atas normal, sehingga memicu gangguan besar pada pola cuaca global.

Teror Godzilla El Nino sampai ke Indonesia. (Foto: X)
Teror Godzilla El Nino sampai ke Indonesia. (Foto: X)

Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), El Nino merupakan bagian dari siklus iklim global yang memengaruhi distribusi awan dan curah hujan di berbagai belahan dunia. Saat fenomena ini menguat, wilayah seperti Indonesia justru mengalami penurunan pembentukan awan hujan.

Hal inilah yang menjelaskan mengapa BRIN memperingatkan potensi kemarau lebih panjang dan kering pada 2026. Dalam kondisi El Nino kuat, awan hujan cenderung berpindah ke tengah Pasifik, sehingga wilayah Indonesia kekurangan pasokan hujan.

Dampak tersebut bisa semakin parah jika terjadi bersamaan dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Pada fase ini, suhu laut di sekitar barat Indonesia, terutama Sumatra dan Jawa, menjadi lebih dingin, sehingga menghambat pembentukan awan hujan.

Dampak Godzilla El Nino dan IOD Positif bagi Indonesia

BRIN menyebut, kombinasi El Nino kuat dan IOD positif berpotensi terjadi sepanjang musim kemarau, yakni April hingga Oktober 2026. Kondisi ini dapat memicu sejumlah dampak berbeda di tiap wilayah:

- Indonesia selatan (Jawa hingga NTT): berisiko mengalami kekeringan lebih parah

- Sumatra dan Kalimantan: meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

- Wilayah timur seperti Sulawesi, Halmahera, dan Maluku: masih berpeluang mendapat curah hujan tinggi, bahkan banjir

Secara historis, peristiwa El Niño sangat kuat, seperti tahun 1997–1998 dan 2015–2016, menyebabkan kekeringan luas, krisis air, hingga gangguan produksi pangan di Indonesia. Karena dampaknya yang besar dan luas itulah, fenomena ekstrem ini dijuluki 'Godzilla'.

Organisasi seperti World Meteorological Organization (WMO) juga menegaskan bahwa El Nino kuat dapat meningkatkan risiko cuaca ekstrem global, mulai dari kekeringan hingga banjir di wilayah lain.

Melihat potensi tersebut, peneliti BRIN, Prof Erma Yulihastin, mendorong langkah mitigasi sejak dini. 

Pemerintah diminta mengantisipasi kekeringan, potensi banjir di beberapa wilayah, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla. Di sisi lain, kondisi kering juga bisa dimanfaatkan untuk mengoptimalkan produksi garam.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut