Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemerintah Ungkap Jaringan 4G Sudah Tersebar di Seluruh Indonesia, Bagaimana 5G?
Advertisement . Scroll to see content

Sebelum Matikan 3G, Operator Perlu Pertimbangkan Hal Ini

Rabu, 16 Maret 2022 - 14:53:00 WIB
Sebelum Matikan 3G, Operator Perlu Pertimbangkan Hal Ini
Sebelum Matikan 3G, Operator Perlu Pertimbangkan Hal Ini (Foto: Ilustrasi/Unsplash)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id -  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berencana menjadikan jaringan 4G sebagai backbone konektivitas di Indonesia. Dan, operator diminta untuk mematikan jaringan 3G.

Pemerintah meminta operator seluler melakukan kajian rencana penghapusan jaringan 3G yang dianggap tidak efisien dan efektif di tengah keterbatasan spektrum frekuensi. Penghapusan jaringan 3G ini jangan sampai malah merugikan masyarakat.

"Meskipun secara regulasi sudah menganut azas teknologi netral, Kominfo mengimbau agar operator melakukan pendalaman data-data kuantitatif yang ada. Jangan sampai suatu keputusan merugikan masyarakat. Kami ingin mendapatkan laporan dari operator supaya kualitas layanan bisa ditingkatkan, penghentian 3G dilakukan secara baik karena sudah mengkaji berbagai aspek tersebut," kata Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika/ Plt Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kominfo Ismail.

Menurut Ismail, dilihat dari sudut pandang konsumen, masyarakat tidak akan peduli jenis jaringan seluler yang digunakan operator. Konsumen hanya ingin layanan telekomunikasi tersedia di mana saja, dengan kualitas yang baik serta tarif terjangkau. 

"Kalau operator mau menghentikan 3G, maka masyarakat harus dijamin layanannya tersedia dan terjangkau biayanya. Karena itu perlu kajian lebih dulu sebelum mematikan 3G. Sebab menurut riset yang dilakukan, pengguna layanan 3G masih ada di Indonesia,” ungkap Ismail.

Untuk diketahui, transisi jaringan 3G ke 4G memang dipengaruhi beberapa faktor. Selama ini operator seluler berlomba-lomba menyediakan beragam layanan untuk mendukung aktivitas sosial-ekonomi yang bisa dijalankan pelanggannya lewat ruang digital dengan mengandalkan broadband yang terbatas. 

"Nah jaringan pita lebar atau broadband di Indonesia itu dimanfaatkan operator dengan menyediakan layanan paralel dari 2G, 3G, 4G, sampai 5G. Hal ini menimbulkan masalah biaya bagi operator dari sisi jaringan, sumber daya manusia, dan mempersiapkan ekosistem pendukung," kata Ismail. 

Selain dari sisi biaya, masalah kedua yang muncul adalah keterbatasan spektrum frekuensi. Menurut Ismail, pemerintah memberikan kebebasan bagi operator memilih teknologi apa yang digunakan dalam melayani kebutuhan masyarakat atau menganut azas teknologi netral.  

"Ketika spektrum frekuensi yang terbatas ini harus dimanfaatkan operator secara efektif dan efisien, kalau digunakan untuk menjalankan serentak 3G dan 4G maka akan menambah beban baru bagi operator," katanya. 

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut