Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bisa Digunakan Cari Cuan, Pakar Ingatkan Mahasiswa Gunakan AI secara Bijak
Advertisement . Scroll to see content

Program Autotech di ICC Unsoed, AI Senjata Baru bagi Dunia Jurnalistik

Kamis, 07 Mei 2026 - 10:38:00 WIB
Program Autotech di ICC Unsoed, AI Senjata Baru bagi Dunia Jurnalistik
Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini dinilai telah mengubah cara kerja industri media dan konten digital. (Foto: Mei Sada)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini dinilai telah mengubah cara kerja industri media dan konten digital. Hal ini disampaikan jurnalis teknologi Danang Cak Dan dalam program Autotech di iNews Media Group Campus Connect (ICC) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto hari kedua, Kamis (7/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Danang membahas soal bagaimana generasi muda kini semakin akrab dengan teknologi AI seperti Gemini hingga ChatGPT. “Ini menandakan Gen Z sudah open banget sama teknologi,” ujarnya.

Menurutnya, AI kini bukan hanya tren, melainkan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Apalagi masyarakat kini hampir seluruhnya sudah menggunakan smartphone.

Danang menjelaskan, perkembangan teknologi ponsel saat ini mulai berkembang lebih canggih yaitu teknologi agentic AI. Berbeda dengan AI berbasis prompt biasa, agentic AI ini mampu menjalankan beberapa tugas sekaligus hanya dari satu perintah (prompt) pengguna.

“Kita bisa bilang ‘tolong pesankan ojek online’, nanti smartphone-nya langsung melakukan sendiri,” katanya.

Atas perkembangan teknologi ini, Cak Dan menyebut masyarakat mau tak mau harus terus beradaptasi dengan teknologi terbaru. Tak hanya di kehidupan sehari-hari, AI juga disebut membawa perubahan besar dalam dunia jurnalistik dan industri kreatif.

Jika sebelumnya pekerjaan membutuhkan banyak orang, kini pekerjaan bisa dilakukan oleh satu individu dengan bantuan AI. Hal ini juga dikenal dengan sebutan "one man factory".

“Sekarang semuanya bisa dilakukan one-man factory,” katanya.

Cak Dan mencontohkan ketika proses produksi konten yang dulunya membutuhkan wartawan, editor video, desainer grafis, hingga penulis naskah, kini dapat dirangkum lewat berbagai tools AI. Mulai dari membuat ide, menyusun skrip, hingga editing visual disebut menjadi jauh lebih praktis dan cepat.

“Barrier untuk belajar sekarang sangat minim. Semua sudah terjangkau dari sentuhan layar handphone,” ujarnya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut