Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Panas! Iran Akan Usir Atase Pertahanan Negara-Negara Uni Eropa
Advertisement . Scroll to see content

Percepat Transformasi Digital, Indonesia Contek Regulasi Uni Eropa

Senin, 28 April 2025 - 20:20:00 WIB
Percepat Transformasi Digital, Indonesia Contek Regulasi Uni Eropa
Indonesia menjadikan dua undang-undang Uni Eropa yang mengatur layanan digital sebagai acuan dalam penyusunan regulasi serupa.
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi Digital dan Informasi (Komdigi) menjalin kerja sama dengan sejumlah negara untuk mempercepat proses transformasi digital. Salah satunya Uni Eropa

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan Indonesia telah menjalin kerja sama dalam tata kelola digital. Bahkan, saat ini sedang  memperluas kolaborasi untuk merespons perkembangan teknologi mutakhir.

"Kami pikir Digital Services Act (DSA) dan Digital Markets Act (DMA) adalah salah satu kerangka kerja terbaik. Tentu saja, kami perlu menyesuaikannya di beberapa titik dan telah menjadi tolok ukur bagi banyak negara untuk diperhatikan, begitu pula dengan regulasi artificial intelligence," kata Nezar dalam keterangan persnya, Kamis (28/4/2025).

Nezar menyampaikan Indonesia menjadikan dua undang-undang Uni Eropa yang mengatur layanan digital sebagai acuan dalam penyusunan regulasi serupa. Itu dirasa cocok dengan karakteristik masyarakat Indonesia sehingga tak perlu penyesuaian lebih besar.

"Salah satu hal terpenting ketika kita berbicara tentang transformasi digital bagi negara ini, selain kecerdasan buatan juga bagaimana mengelola platform. Keamanan siber adalah satu hal yang perlu kita pelajari juga dalam regulasi platform," ujarnya.

Dubes Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi mengatakan, Indonesia dan Uni Eropa akan memperoleh banyak keuntungan dari kerja sama bidang digital. Menurutnya, Indonesia berpeluang besar mengundang perusahaan swasta untuk mengembangkan digitalisasi seperti di Eropa.

"Yang berarti bahwa regulasi menjadi lebih penting, terutama ketika kita membahas kecerdasan buatan, disinformasi, dan keamanan infrastruktur," katanya.

Selain itu, program dan kebijakan pemerintah Indonesia di bidang energi terbarukan dan keamanan siber dipandang sebagai langkah penting. Denis Chaibi mengapresiasi Indonesia sebagai salah satu paru-paru terbesar Bumi.

"Jadi, kami sangat senang dengan pertukaran kerja sama dengan Indonesia. Dan saya pikir, sekali lagi, sektor digital kami akan sangat senang (partisipasi Indonesia)," ujarnya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut