Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gemini Makin Fasih Berbahasa Lokal, 84 Persen Pengguna Berinteraksi dengan Bahasa Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Pengguna Gemini di Asia Tenggara Naik 2 Kali Lipat, Indonesia Jadi Pasar Paling Aktif

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:17:00 WIB
Pengguna Gemini di Asia Tenggara Naik 2 Kali Lipat, Indonesia Jadi Pasar Paling Aktif
Google mengungkapkan jumlah pengguna aktif aplikasi Gemini di Asia Tenggara meningkat lebih dari dua kali lipat dalam setahun terakhir.  (Foto: Gemini Report)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Google mengungkapkan jumlah pengguna aktif aplikasi Gemini di Asia Tenggara meningkat lebih dari dua kali lipat dalam setahun terakhir. Berdasarkan laporan perdana Gemini Report: Southeast Asia 2026, kawasan ini juga menjadi wilayah dengan adopsi Gemini paling cepat dibandingkan aplikasi Google lainnya.

Dalam laporan tersebut, Gemini tercatat sebagai asisten AI yang paling banyak dicari di Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Secara global, aplikasi ini telah memiliki 900 juta pengguna aktif bulanan.

Vice President for Southeast Asia and South Asia Frontier Google, Sapna Chadha mengatakan, masyarakat Asia Tenggara tidak hanya menggunakan Gemini sebagai teknologi baru, tetapi telah menjadikannya bagian dari aktivitas sehari-hari.

"Kami sangat bangga melihat bahwa Gemini telah menjadi AI pilihan bagi banyak pengguna di seluruh Asia Tenggara. Yang membuat kawasan ini begitu luar biasa adalah betapa alaminya teknologi ini terjalin ke dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat tidak hanya beradaptasi dengan Gemini, mereka menggunakannya dengan cara mereka sendiri – dalam modalitas yang mereka sukai, dalam bahasa yang mereka gunakan, dan dalam konteks yang unik bagi kehidupan mereka," katanya.

Dia menilai temuan dalam laporan tersebut menunjukkan Gemini telah berkembang dari sekadar alat berbasis AI menjadi pendamping yang membantu masyarakat bekerja, belajar, hingga menjalani kehidupan sehari-hari.

Google menyebut pertumbuhan Gemini di Asia Tenggara didorong populasi muda yang melek teknologi. Hampir 40 persen pengguna di kawasan ini berusia di bawah 25 tahun, dengan tingkat penggunaan yang lebih tinggi dibanding kelompok usia lainnya.

Generasi muda juga tercatat lebih sering mengajukan pertanyaan, membuat percakapan lebih panjang, serta menulis prompt yang lebih detail dibandingkan pengguna dari kelompok usia lain.

Laporan tersebut juga mengungkap hampir 70 persen prompt di Asia Tenggara dikirim menggunakan bahasa lokal. Vietnam menjadi negara dengan penggunaan bahasa asli tertinggi mencapai 89 persen, disusul Thailand 87 persen dan Indonesia 84 persen.

Keunggulan Gemini dalam memahami bahasa lokal turut diperkuat hasil evaluasi Southeast Asia Holistic Evaluation of Language Models (SEA-HELM) dari AI Singapore yang menempatkan Gemini sebagai model bahasa multibahasa dengan performa terbaik untuk bahasa-bahasa di Asia Tenggara.

Selain itu, penggunaan Gemini di kawasan ini didominasi perangkat seluler. Hampir tiga dari empat permintaan dikirim melalui smartphone, sementara lebih dari 40 persen interaksi dilakukan menggunakan kombinasi suara, foto, maupun video. Bahkan lebih dari 10 persen pengguna hanya mengandalkan perintah suara.

Google mencatat Gemini juga semakin banyak dimanfaatkan sebagai kolaborator kreatif. Sekitar 40 persen kueri meminta AI menghasilkan konten baru seperti gambar, musik, video, hingga dokumen.

Selama setahun terakhir, pengguna di Asia Tenggara telah menghasilkan sekitar 5 miliar gambar menggunakan Nano Banana, model pembuat gambar Google. Sementara sejak diperkenalkannya Lyria 3, pengguna di kawasan ini telah menciptakan hampir 1 juta lagu.

Di luar kebutuhan kreatif, Gemini juga digunakan sebagai mitra riset untuk merangkum dokumen, mengolah data, hingga menjadi teman berdiskusi dalam mencari rekomendasi hadiah, destinasi wisata, maupun solusi berbagai persoalan sehari-hari.

Indonesia Jadi Pemimpin Inovasi Visual

Google menyoroti Indonesia sebagai salah satu pasar terkuat bagi Gemini di Asia Tenggara. Sekitar 80 persen prompt dari pengguna Indonesia dikirim dalam Bahasa Indonesia, sementara 82 persen akses dilakukan melalui perangkat seluler.

Pengguna Indonesia juga semakin memanfaatkan kemampuan multimodal Gemini. Satu dari dua prompt kini menggunakan kombinasi foto maupun suara, bukan hanya mengetik melalui keyboard.

Menurut Google, Indonesia bahkan menjadi pemimpin inovasi visual di kawasan. Pengguna di Tanah Air menghasilkan sekitar 9 juta gambar setiap hari menggunakan Gemini untuk mengekspresikan ide dan kreativitas.

Google Siapkan Gemini Spark

Untuk memperluas kemampuan Gemini, Google memperkenalkan *Gemini Spark*, agen AI yang dirancang membantu pengguna menyelesaikan berbagai tugas secara proaktif.

Spark terintegrasi dengan layanan Google Workspace seperti Gmail, Docs, dan Slides sehingga dapat bekerja di balik layar, termasuk ketika laptop ditutup atau ponsel terkunci.

Saat ini Gemini Spark tersedia dalam bahasa Inggris bagi pelanggan Google AI Ultra. Google memastikan fitur tersebut mulai diluncurkan secara bertahap dalam berbagai bahasa lokal di Asia Tenggara mulai pekan ini.

Selain Spark, Google juga terus menambah kemampuan Gemini melalui fitur Nano Banana, Omni, Canvas, Custom Gems, serta pengalaman belanja langsung di dalam aplikasi yang kini tersedia di Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Fitur tersebut memungkinkan pengguna mencari inspirasi, membandingkan produk, hingga melihat informasi harga tanpa meninggalkan percakapan di Gemini.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut