Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Fakta Baru! 67% Talenta Digital Indonesia Andalkan AI Setiap Hari
Advertisement . Scroll to see content

Modus Penipuan dan AI Fraud Marak, Dibutuhkan Sistem Keamanan Digital Berlapis

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:27:00 WIB
Modus Penipuan dan AI Fraud Marak, Dibutuhkan Sistem Keamanan Digital Berlapis
Tidak hanya mengandalkan social engineering dan pencurian data, pelaku kejahatan kini mulai memanfaatkan AI untuk melancarkan penipuan lebih sulit dideteksi. (Foto: Ovo)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Modus penipuan digital semakin berkembang seiring meningkatnya penggunaan layanan keuangan berbasis teknologi. Tidak hanya mengandalkan social engineering dan pencurian data, pelaku kejahatan kini juga mulai memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk melancarkan aksi penipuan yang lebih sulit dideteksi.

Seperti yang dilakukan Ovo. Mereka memperketat sistem keamanan digital melalui berbagai lapisan perlindungan yang dirancang untuk menjaga akun, data pribadi, dan transaksi pengguna. Upaya ini dilakukan untuk menghadapi ancaman fraud yang semakin kompleks di era digital.

Berbagai modus kejahatan yang masih sering ditemukan antara lain penyalahgunaan One-Time Password (OTP), pengambilalihan akun, tautan palsu, malware pada perangkat, hingga manipulasi dokumen digital. Ancaman tersebut dapat menimbulkan kerugian finansial maupun kebocoran data pribadi jika tidak diantisipasi dengan baik.

Dalam keterangan tertulisnya, Ovo mengungkapkan menerapkan tiga pilar utama dalam sistem keamanannya, yakni perlindungan autentikasi pengguna, Fraud Detection System (FDS), serta pemanfaatan teknologi AI untuk mendeteksi berbagai bentuk ancaman siber.

Pada sisi autentikasi, Ovo mengandalkan penggunaan PIN, OTP, serta fitur biometrik seperti sidik jari dan pengenalan wajah untuk memastikan akses akun hanya dilakukan oleh pemilik yang sah. Selain itu, Fraud Detection System bekerja secara otomatis memantau aktivitas pengguna guna mendeteksi transaksi atau akses yang tidak biasa. Jika ditemukan indikasi mencurigakan, sistem dapat meminta verifikasi tambahan atau menerapkan langkah pengamanan tertentu sesuai tingkat risiko.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut