Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Potret Pesta Mewah Ultah Kris Jenner, Dihadiri Mariah Carey hingga Mark Zuckerberg
Advertisement . Scroll to see content

Mark Zuckerberg Tegaskan Instagram Dibuat Bukan untuk Anak-Anak!

Kamis, 19 Februari 2026 - 19:38:00 WIB
Mark Zuckerberg Tegaskan Instagram Dibuat Bukan untuk Anak-Anak!
Mark Zuckerberg menegaskan Instagram dibuat bukan untuk anak-anak. (Foto: X)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Suasana Pengadilan Tinggi Wilayah Los Angeles memanas ketika CEO Meta, Mark Zuckerberg, berdiri memberikan kesaksian. Di hadapan hakim dan para penggugat, dia menegaskan satu hal yang menjadi sorotan utama: Instagram tidak pernah dibuat untuk anak-anak.

Pernyataan itu menjadi bantahan keras atas tudingan bahwa platform media sosial tersebut secara sengaja dirancang untuk membuat anak-anak kecanduan dan merusak kesehatan mental mereka.

Zuckerberg menghadapi gugatan besar yang menuduh Meta, bersama perusahaan di balik Instagram, YouTube, TikTok, dan Snapchat, menciptakan sistem yang adiktif demi keuntungan. Lebih dari 1.600 penggugat terlibat dalam kasus gabungan ini, termasuk ratusan keluarga dan distrik sekolah di Amerika Serikat.

Dalam kesaksiannya, Zuckerberg membantah tudingan bahwa Meta sengaja memaksimalkan waktu penggunaan demi profit.

"Saya fokus membangun komunitas yang berkelanjutan," katanya ketika ditanya apakah Meta ingin orang-orang kecanduan platformnya, dikutip dari Anadolu Ajansi, Kamis (19/2/2026).

Dia juga menekankan bahwa strategi perusahaan bukan untuk membuat pengguna terpaku dalam jangka pendek.

"Jika Anda melakukan sesuatu yang tidak baik bagi orang-orang, mungkin mereka akan menghabiskan lebih banyak waktu (di Instagram) dalam jangka pendek, tetapi jika mereka tidak senang dengan itu, mereka tidak akan menggunakannya dalam jangka panjang," ungkap Zuckerberg.

"Saya tidak mencoba memaksimalkan jumlah waktu yang dihabiskan orang setiap bulan,” tambahnya.

Namun, pihak penggugat menghadirkan dokumen internal yang memperlihatkan sisi lain. Salah satunya adalah data tahun 2018 yang menunjukkan Instagram memperkirakan sekitar 4 juta penggunanya berusia di bawah 13 tahun, setara dengan sekitar 30% anak usia 10 hingga 12 tahun di AS saat itu.

Zuckerberg mengakui bahwa persoalan usia memang menjadi tantangan tersendiri.

"Secara umum saya berpikir bahwa ada sejumlah orang, mungkin beberapa orang yang signifikan, yang berbohong tentang usia mereka untuk menggunakan layanan kami," katanya.

"Ada pertanyaan terpisah dan sangat penting tentang penegakan hukum, dan itu sangat sulit," tambahnya.

Dia menegaskan kembali bahwa anak di bawah usia 13 tahun sebenarnya tidak pernah diizinkan menggunakan Instagram. Namun, salah satu penggugat, seorang perempuan berusia 20 tahun yang diidentifikasi sebagai KGM, mengklaim dia sudah menggunakan media sosial sejak usia 9 tahun dan mengalami dampak buruk pada kesehatan mentalnya.

Persidangan ini juga membuka dokumen internal lain, termasuk pesan tahun 2017 yang memperlihatkan adanya kritik internal terhadap upaya mengincar pengguna usia sangat muda. Bahkan, sebuah dokumen tahun 2022 mencatat target penggunaan Instagram 40 menit per hari pada 2023 dan meningkat menjadi 46 menit pada 2026.

Menanggapi hal itu, Zuckerberg memberikan klarifikasi.

"Ini bukan target yang kami berikan kepada tim karena telah menjalankan tugas mereka," kata Zuckerberg.

"Ini adalah cara kami mengukur di seluruh industri apakah apa yang kami ciptakan sesuai dengan rencana," sambungnya.

Sidang ini disebut sebagai awal dari rangkaian panjang gugatan serupa yang akan terus bergulir. Di satu sisi, Meta bersikeras bahwa mereka membangun platform yang berkelanjutan.

Di sisi lain, para penggugat menilai fitur-fitur yang ada justru mendorong kecanduan pada pengguna muda.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut