Geger! OpenAI Umumkan Kesepakatan dengan Departemen Perang AS
JAKARTA, iNews.id – OpenAI mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Department of War Amerika Serikat untuk menerapkan sistem kecerdasan buatan (AI) canggih di lingkungan yang bersifat rahasia atau classified.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun resmi OpenAI di platform X dan diperinci lebih lanjut dalam blog resmi mereka. Seperti apa informasi selengkapnya?
Kesepakatan ini memungkinkan model AI OpenAI digunakan dalam jaringan pemerintah yang sensitif dan tertutup, bukan pada layanan publik seperti yang diakses masyarakat umum. Dalam pernyataannya, OpenAI menegaskan bahwa penerapan tersebut disertai pengamanan dan pembatasan yang disebut lebih ketat dibandingkan perjanjian AI rahasia sebelumnya.
OpenAI menyatakan bahwa penggunaan teknologi mereka di lingkungan tersebut hanya diperbolehkan untuk 'semua tujuan yang sah menurut hukum'. Artinya, implementasi AI tetap harus mematuhi regulasi dan hukum yang berlaku di Amerika Serikat.
Selain itu, OpenAI juga menyampaikan bahwa mereka meminta agar akses serupa terhadap lingkungan classified tidak bersifat eksklusif, melainkan dapat tersedia bagi perusahaan AI lain dengan ketentuan yang sama.
Dalam penjelasan resminya, OpenAI memaparkan tiga batasan utama atau 'garis merah' yang tidak boleh dilanggar dalam penggunaan teknologinya, yaitu"
1. Tidak digunakan untuk pengawasan massal terhadap warga sipil di dalam negeri.
2. Tidak digunakan untuk mengarahkan sistem senjata otonom.
3. Tidak digunakan untuk pengambilan keputusan otomatis berisiko tinggi, seperti sistem penilaian sosial (social credit).
Ketiga poin tersebut menjadi fondasi pembatasan etis dalam kesepakatan tersebut.
OpenAI menegaskan bahwa model AI tidak akan diserahkan begitu saja tanpa kontrol. Sistem akan dijalankan melalui infrastruktur cloud dengan lapisan pengamanan yang tetap berada di bawah pengawasan perusahaan.
Selain itu, OpenAI akan menempatkan tenaga teknis yang memiliki izin keamanan (security clearance) untuk memastikan kebijakan penggunaan dipatuhi. Perusahaan juga menyatakan tetap memiliki wewenang menjalankan mekanisme keamanan dan pencegahan penyalahgunaan.
Pengumuman ini memicu perhatian publik karena menyangkut penggunaan AI dalam konteks militer dan keamanan nasional. Isu etika, transparansi, serta potensi penyalahgunaan menjadi topik diskusi di berbagai kalangan.
Meski demikian, OpenAI menegaskan bahwa pendekatan mereka dalam kesepakatan ini dirancang dengan pengamanan yang lebih kuat dibandingkan praktik sebelumnya. Perusahaan menyatakan komitmennya untuk memastikan teknologi AI digunakan secara bertanggung jawab dan sesuai hukum.
Editor: Muhammad Sukardi